Pengamat Ekonomi: Apa Untungnya Punya Freeport, Sudah Dieksploitasi Setengah Abad

"Untuk produksi harus gali ke bawah, ongkosnya lebih mahal karena lebih susah, sisanya kerak-keraknya saja kenapa enggak dari awal?"

Pengamat Ekonomi: Apa Untungnya Punya Freeport, Sudah Dieksploitasi Setengah Abad
Freeport(KOMPAS/AGUS SUSANTO) 

SERAMBINEWS.COM - Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai upaya Pemerintah Indonesia untuk menguasai PT Freeport Indonesia hanya untuk menunjukkan kekuasaan pemerintah saja.

Menurut dia, tambang Freeport di Indonesia sudah tidak terlalu menguntungkan.

Saat ini pemerintah masih terus melakukan negosiasi terkait divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PT FI).

Baca: Putra Pidie Jaya Lulus Internship Program PT Freeport Indonesia, Kuliah di Pertambangan Unsyiah

"Apa untungnya punya Freeport tapi produksi naik ya enggak, apalagi itu sudah dieksploitasi oleh Freeport setengah abad sehingga tidak ada lagi sisanya di permukaan tanah," kata Faisal Basri di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Selain itu ongkos produksi juga akan meningkat karena untuk mendapatkan hasil tambang harus mengeruk lebih dalam.

"Untuk produksi harus gali ke bawah, ongkosnya lebih mahal karena lebih susah, sisanya kerak-keraknya saja kenapa enggak dari awal?" sebut dia.

Baca: Ternyata di Papua Harga BBM Turun Saat Jokowi Blusukan, BBM Naik Lagi Setelah Presiden Pulang

Faisal menyarankan dari pada uang negara habis untuk membeli saham Freeport lebih baik melakukan eksplorasi di lapangan baru yang bakal menambah produksi, menambah nilai ekspor, dan menciptakan lapangan kerja.

"Kalau pemerintah punya duit kenapa gak mulai dari yang wilayah baru ini infrastruktur dibangun masif, tenaga kerja nambah, ekspor nambah, produksinya nambah, tidak demi kedaulatan yang semu," ucap Faisal Basri.(Apfia Tioconny Billy)

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Dinilai Ingin Tunjukan Kekuasaan Kejar Divestasi Saham Freeport

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved