Setelah Ambruk Seminggu Lalu, Begini Kondisi Jembatan Gudang-Cot Mancang di Abdya

"Jembatan darurat sepanjang 11 meter, lebar sekitar 2,5 meter itu bisa dilintasi sempor sejak Sabtu siang,"

Setelah Ambruk Seminggu Lalu, Begini Kondisi Jembatan Gudang-Cot Mancang di Abdya
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Seorang anak remaja mengendara sepeda motor melintasi jembatan darurat di jalur menghubungkan Desa Gudang, Kecamatan Blangpidie dengan Desa Cot Mancang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Jembatan darurat dari bahan batang kelapa dan papan sepanjang 11 meter khusus dilalui kendaraan roda dua itu beroperasi sejak Sabtu (18/3/2018), setelah jembatan permanen di lokasi ambruk diterjang banjir, Sabtu (10/3/2018),dinihari lalu. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE – Jembatan permanen menghubungkan Desa Gudang, Kecamatan Blangpidie dengan Desa Cot Mancang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ambruk diterjang banjir, Sabtu pekan lalu.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, sejak Minggu, membersihan sisa beton jembatan permanen yang ambruk ke dalam sungai dengan bantuan alat berat, jenis beko (excavator) yang dipinjam BPBK dari Dinas Perkim dan LH (Pemukiman Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup) Abdya.

Setelah sisa beton dibersihkan, sejumlah petugas BPBK Abdya, membangun jembatan darurat di lokasi, khusus hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua (sepmor).

"Jembatan darurat sepanjang 11 meter, lebar sekitar 2,5 meter itu bisa dilintasi sempor sejak Sabtu siang," kata Kepala BPBK Abdya, Amiruddin kepada Serambinews.com, Senin (19/3/2018).

Baca: Setelah Jembatan Beton Ambruk Diterjang Banjir, BPBK Abdya Bangun Jembatan Darurat

Arus transportasi darat khusus kendaraan jenis sepeda motor di jalur menghubungkan Desa Gudang, Kecamatan Blangpidie dengan Desa Cot Mancang, Kecamatan Susoh, lancar kembali setelah terputus kurun waktu satu pekan.

Transportasi darat antar kecamatan tersebur terputus total, setelah ambruk jembatan permanen pada jalur itu akibat diterjang banjir, Sabtu (10/3), dinihari lalu.

Kendati jembatan darurat sudah beroperasi, kendaraan roda empat (mobil) dari dan ke Desa Gudang dan Desa Cot Mancang masih harus melintasi jalur memutar melalui kawasan desa lain.

Jembatan darurat Desa Gudang-Mancang sepanjang 11 meter dari bahan batang kelapa dan papan bisa beroperasi setelah petugas BPBK Abdya bekerja keras di lokasi sejak Minggu, pekan lalu.

Pembangunan jembatan darurat tersebut menggunakan anggaran BTT (Biaya Tak Terduga) 2018 pada BPBK Abdya. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help