Apa Hukuman yang Pantas untuk Germo dan Wanita yang Terlibat Prostitusi Online? Ini Kata MPU Aceh

Selama ini germo tersebut sudah merusak anak-anak gadis Aceh, dengan menjual mereka kepada laki-laki hidung belang.

Apa Hukuman yang Pantas untuk Germo dan Wanita yang Terlibat Prostitusi Online? Ini Kata MPU Aceh
ist
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan, bahwa germo atau mucikari dalam kasus prostitusi online di Aceh Besar dan Banda Aceh harus diusir dari Aceh.

Alasannya, karena selama ini germo tersebut yang merupakan warga Sumatera Utara sudah merusak anak-anak gadis Aceh, dengan menjual mereka kepada laki-laki hidung belang.

Hal itu disampaikan Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal dalam Talkshow Cakrawala Serambi FM, Senin (26/3/2018).

Talkshow itu membedah Salam Harian Serambi Indonesia dengan tema ‘Cukup Sudah Wanita Aceh Dibisniskan’ yang menghadirkan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal, serta dipandu oleh Nico Firza sebagai host.

(Baca: Germo Prostitusi Online Beberkan Data Pelanggannya, dari Pengusaha hingga Para Pejabat)

(Baca: Polisi Bongkar Prostitusi Online Jilid Dua Dalam Hotel di Aceh Besar, Ini Tarif untuk Satu Wanita)

(Baca: Terungkap Prostitusi Online di Hotel, KNPI: Apa Ngak Ada Pemeriksaan KTP dan Buku Nikah?)

Ia menambahkan, sebagai ganjaran atas perilaku mereka yang telah mencoreng nama baik Aceh, maka baik germo maupun para PSK yang terlibat prostitusi online harus dihukum yang setimpal.

Ia mengingatkan, supaya para wanita yang menjadi PSK online itu jangan lagi dijadikan korban, seperti pada kasus sebelumnya.

Karena mereka terjun ke dunia prostitusi itu bukan dipaksa. “Ini karena ada kemauan, bisa saja dia yang menawari diri,” ujar Lem Faisal.

(Baca: Yusuf Dayur : Saya Ingin Menjadi Presiden AS Pertama yang Beragama Islam)

(Baca: Sosok Snouck Hurgronje, Dipuja Sebagai Syaikul Islam Hingga Jadi ‘Mata-mata’ Terbaik Belanda)

Namun terkait para pengguna jasa PSK Online itu, Lem Faisal mengatakan, jika nanti pihak kepolisian menelusuri para penggunanya, maka sebaiknya nama-nama tersebut tidak lagi disebarkan ke masyarakat.

Karena dalam Islam hal itu dinilai tidak baik, karena membuka aib orang lain. Katanya, yang harus dilakukan adalah memberi hukuman dan pembinaan kepada mereka yang sudah ditangkap.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved