Ini Saran Wakil Ketua MPU untuk Mencegah Berkembangnya Prostitusi Online di Aceh

Pengawasan oleh semua pihak harus ditingkatkan. Salah satu solusinya dengan menghidupkan kembali pageu gampong.

Ini Saran Wakil Ketua MPU untuk Mencegah Berkembangnya Prostitusi Online di Aceh
Foto pria yang diduga germo bersama 7 wanita yang diamankan personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, saat kembali membongkar praktik prostitusi online dari sebuah hotel di Aceh Besar, Rabu (21/3/2018) malam. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Untuk mencegah tumbuhnya aktivitas protitusi online di Aceh, maka pengawasan oleh semua pihak harus ditingkatkan. Salah satu solusinya dengan menghidupkan kembali pageu gampong.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal dalam Talkshow Cakrawala Serambi FM, Senin (26/3/2018).

Talkshow itu membedah Salam Harian Serambi Indonesia dengan tema ‘Cukup Sudah Wanita Aceh Dibisniskan’ yang menghadirkan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal. Serta dipandu oleh Nico Firza sebagai host.

(Baca: Germo Prostitusi Online Beberkan Data Pelanggannya, dari Pengusaha hingga Para Pejabat)

(Baca: Apa Hukuman yang Pantas untuk Germo dan Wanita yang Terlibat Prostitusi Online? Ini Kata MPU Aceh)

(Baca: Polisi Bongkar Prostitusi Online Jilid Dua Dalam Hotel di Aceh Besar, Ini Tarif untuk Satu Wanita)

Lem Faisal mengatakan, jika pageu gampong digalakkan, maka setiap ada warga yang masuk harus melapor kepada keuchik maupun kepala lorong.

Sehingga dengan cara itu pihak aparatur gampong dapat mengetahui pekerjaan dan aktivitas warganya.

Menurutnya, terjadinya praktik prostitusi online di Banda Aceh dan Aceh Besar hingga dua kali karena adanya kelengahan oleh semua pihak, mulai keluarga, lingkungan, petugas, hingga pihak hotel.

Bahkan, lanjutnya, saat ini banyak orang tua yang tidak peduli terhadap perubahan pada anaknya, baik penampilan maupun perilaku.

Misalnya anak berubah memakai pakaian mahal dan handphone mewah. Seharusnya, kata Lem Faisal, orang tua menanyakan asal usul uang yang ia dapatkan.

“Ini yang tidak dilakukan oleh ibuk-ibuk dan orang tua zaman now ini,” ujar Lem Faisal.

Ia menambahkan, terkait hotel yang selalu dijadikan tempat praktik prostitusi, maka pemerintah daerah harus melakukan tindakan tegas, dengan membuat perjanjian supaya hotel menghormati kearifan lokal Aceh. Karena jika dibiarkan, maka masyarakat akan bergerak.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved