Harus Dihukum dan Diusir

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan, germo atau mucikari

Harus Dihukum dan Diusir
ist
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali. 

BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan, germo atau mucikari yang terlibat dalam kasus prostitusi online di Aceh Besar dan Banda Aceh harus segera dihukum dan diusir dari Aceh.

Alasannya, karena germo yang merupakan warga Sumatera Utara itu sudah merusak anak gadis Aceh, dengan menjual mereka kepada laki-laki hidung belang.

Hal itu disampaikan Tgk Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal dalam program Cakrawala Serambi FM, Senin (26/3). Talkshow itu membedah Salam Serambi bertema ‘Cukup Sudah Wanita Aceh Dibisniskan’ yang menghadirkan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal. Serta dipandu oleh Nico Firza sebagai host.

Lem Faisal mengatakan, germo tersebut sudah sepantasnya diganjar dengan hukuman yang berat, karena aktivitasnya selama ini ikut mencoreng nama Aceh yang menegakkan syariat Islam.

Sedangkan terkait para wanita yang dijual oleh germo tersebut, Lem Faisal mengingatkan, supaya dalam kasus ini para wanita itu tidak lagi dijadikan korban, lalu dilepas tanpa ada sanksi hukuman. Karena ia meyakini mereka terlibat dalam prostitusi bukan dipaksa, tapi karena keinginannya. “Ini karena ada kemauan, bisa saja dia yang menawari diri,” ujar Lem Faisal.

Melihat kasus prostitusi online yang sudah dua kali terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar, Lem Faisal mengatakan, hal itu karena ada kelengahan semua pihak. Mulai keluarga, lingkungan, petugas, hingga pihak hotel.

Saat ini banyak orang tua yang tidak peduli terhadap perubahan pada anaknya, baik penampilan maupun perilaku. Misalnya, anak berubah memakai pakaian mahal dan handphone mewah. Seharusnya orang tua menanyakan asal usul uang yang ia dapatkan. “Ini yang tidak dilakukan oleh ibuk ibuk dan orang tua jaman now ini,” ujar Lem Faisal.

Kata Lem Faisal, untuk mencegah tumbuhnya aktivitas seperti protitusi online di Aceh, maka pengawasan oleh semua pihak harus ditingkatkan. Salah satu solusinya dengan menghidupkan lagi pageu gampong. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved