Manuskrip Ini Sebut Penjualan Obligasi Pembelian Pesawat Seulawah RI di Aceh Tengah Selama Dua Bulan

"Informasi ini bisa dietelusuri ke pihak-pihak atau keluarga dari tokoh-tokoh yang tertera dalam manuskrip tersebut,"

Manuskrip Ini Sebut Penjualan Obligasi Pembelian Pesawat Seulawah RI di Aceh Tengah Selama Dua Bulan
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Manuskrip berisi keterangan pengumpulan melalui penjualan obligasi untuk pembelian pesawat Seulawah RI. 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengumpulan dana pembelian pesawat Seulawah RI 001 dan Seulawah RI 002 melalui penjualan obligasi juga dilakukan di Aceh selama dua bulan, Juni-Juli 1948.

Pengumpulan dana dilakukan oleh Gabungan Saudagar Aceh (Gasida) Cabang Aceh Tengah, yang dikoordinir oleh Toke Hasan Bandung, Abdul Wahab Sudjud, Aman Jernih, Aman Yusuf, Abd. Wahab Aman Syech Benu, dan Abdul Wahab Nurdin.

Demikian data yang diperoleh Serambinews.com dari manuskrip "Aceh Tengah Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan RI" ditulis oleh M. Arif Amiruddin dan Mahmud Ibrahim.

Baca: VIDEO - Pegang 8 Surat Obligasi, 3 Diantaranya Berjenis Pinjaman Negara

Manuskrip berisi keterangan pengumpulan melalui penjualan obligasi untuk pembelian pesawat Seulawah RI.
Manuskrip berisi keterangan pengumpulan melalui penjualan obligasi untuk pembelian pesawat Seulawah RI. (SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA)

Manuskrip ini ditulis dalam rangka peringatan HUT ke 50 RI pada 1995.

Hasil penjualan obligasi diserahkan kepada Bupati Aceh Tengah pada Agustus 1948.

Oleh bupati lalu menyerahkan dana itu atas nama masyaraat Aceh Tengah, kepada pengurus Gasida selaku Ketua Pantia Pengumpulan Dana Pembelian Pesawat, di Kutaradja atau Banda Aceh sekarang.

Dalam manuskrip itu disebutkan bahwa Ketua Panitia Pengumpulan Dana adalah TM. Ali Panglima Polem.

Tapi sayang sekali tidak disebutkan secara detil, berapa jumlah dana yang terkumpul dari hasil penjualan obligasi tersebut.

Baca: Warga Lhokseumawe Tunjukkan 3 Surat Utang Negara Tahun 1950, Apakah Obligasi Pembelian Pesawat?

Masyarakat bersedia mengumpulkan dana berdasarkan dorongan panggilan perjuangan dan memenuhi permintaan Presiden Soekarno yang datang ke Aceh pada 16 Juni 1948.

Penulis asal Gayo, Yusradi Usman al-Gayoni secara terpisah mengatakan, dengan adanya data tersebut, membuktikan bahwa masyarakat Aceh Tengah juga ikut menyumbang pesawat Seulawah RI 001 dan 002 tersebut.

"Informasi ini bisa dietelusuri ke pihak-pihak atau keluarga dari tokoh-tokoh yang tertera dalam manuskrip tersebut," kata Yusradi Usman Al Gayoni.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help