Isu Perang Dagang Membuat Nilai Tukar Rupiah Masih Tertekan

David Sumual menilai, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini masih dipengaruhi sentimen luar negeri

Isu Perang Dagang Membuat Nilai Tukar Rupiah Masih Tertekan
Shutterstock / Kompas.com
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS 

SERAMBINEWS.COM - Di ujung Maret, nilai tukar rupiah masih cenderung tertekan.

Minimnya sentimen domestik menyebabkan mata uang Garuda rentan terhadap faktor eksternal.

Di akhir sesi perdagangan Kamis (29/3), kurs rupiah di pasar spot melemah tipis 0,01% ke Rp 13.766 per dollar AS.

Baca: Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Terhadap Dolar AS, Begini Kata Analis

Sepekan ini, rupiah menyusut 0,20%. Mengacu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah melemah 0,08% menjadi Rp 13.756 per dollar AS.

Tapi dalam sepekan, kurs rupiah JISDOR masih menguat 0,15%.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini masih dipengaruhi sentimen luar negeri.

Terutama isu perang dagang terkait kebijakan tarif impor AS.

Baca: Tanggapan BI Soal Utang Luar Negeri Indonesia yang Naik Jadi 4.791 Triliun Rupiah

"Kebijakan ini rencananya baru direalisasikan setelah Juni nanti. Selama itu, isu masih bergulir dan akan ada negosiasi," jelas dia, kemarin.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved