Dinsos: Revisi Data Rastra Diusul Desa

Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Barat menyatakan data penerima beras sejahtera (rastra) yang disalurkan gratis

Dinsos: Revisi Data Rastra Diusul Desa
Petugas dari Kecematan Susoh, Kabupaten Abdya, terdiri dari TKSK, PKH dan Penmdamping Desa, sedang memverifikasi identitas warga yang terdaftar dalam KPM (keluarga penerima manfaat) bantuan sosial beras keluarga sejahtera (bansos rastra) jatah Januari 2018 dalam penyaluran dipusatkan di Gedung Musyawarah setempat, Senin (12/2/2018). Protes muncul warga dari 29 desa karena mamsih banyak warga yang layak menerima, tapi tak masuk daftar, sebaliknya banyak warga yang tidak layak atau mampu secara ekonomi justru masuk datar sebagai penerima 10 kg rastra per bulan itu. SERAMBI/ZAINUN YUSUF 

MEULABOH - Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Barat menyatakan data penerima beras sejahtera (rastra) yang disalurkan gratis oleh pemerintah dapat direvisi atas usulan atau pengajuan dari pihak desa.

“Langkah revisi dilakukan bila diajukan pihak desa. Tapi tim akan memastikan dulu ke lapangan sehingga penerima benar-benar yang berhak,” kata Kadissos Aceh Barat Syamsuar ST kepada Serambi kemarin.

Menurutnya ada sejumlah desa yang mengajukan data revisi ke Dinsos, dan sudah dilakukan peninjauan di lapangan dengan menurunkan tim.

Dikatakannya revisi terus dilakukan setiap bulan sehingga diharapkan rastra yang diberikan untuk rumah tangga miskin di Aceh Barat dengan jumlah 16.948 KK tepat sasaran dengan jumlah beras yang disalurkan 10 kilogram/KK per bulan.

“Data penerima itu dari BPS (Badan Pusat Statistik) diserahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) dan diteruskan ke kabupaten/kota,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Syamsuar juga menambahkan saat ini rastra yang sudah disalurkan sudah memasuki bulan ketiga dan terakhir disalurkan Kecamatan Woyla dan Woyla Barat.

“Ke depan akan disalurkan setiap bulan oleh Bulog yang diantarkan ke kecamatan,” jelasnya. Ia menambahkan kartu yang dimiliki oleh warga menjadi acuan sebagai penerima raskin/rastra.

“Bisa saja warga penerima sudah kaya dan berubah sehingga hasil evaluasi di masing-masing desa menjadi sebuah acuan sehingga penerima diharapkan benar-benar berhak,” ujarnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved