Orang Kepercayaan Juga Jadi Korban

RIDWAN dan Awaluddin, orang kepercayaan Ric Jn ikut menjadi korban mulut manis Ric Jn, tersangka penipu rumah

Orang Kepercayaan Juga Jadi Korban
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Sebuah rumah bantuan milik adik Camat Tripa Makmur. 

RIDWAN dan Awaluddin, orang kepercayaan Ric Jn ikut menjadi korban mulut manis Ric Jn, tersangka penipu rumah bantuan yang ‘bermain’ di Kecamatan Gandapura, Bireuen.

Ridwan ditemani Awaluddin dan sejumlah korban kepada Serambi mengatakan, awalnya ia bertemu Ric Jn di sebuah warung di Kutablang, Bireuen pada November 2017. Sebagai teman, Ridwan sempat minta pinjam uang kepada Ric untuk buka usaha.

Keesokan harinya, Ridwan bertemu lagi dengan Ric dan kali ini Ridwan minta Ric mengusahakan rumah bantuan untuknya. Akhirnya, pada Januari 2018, pelaku menginformasikan ada rumah bantuan pusat dan harus ditebus. “Awalnya diminta pada saya untuk menyampaikan kepada keluarga dekat untuk menebus harga rumah Rp 20 juta, akhirnya disepakati Rp 15 juta/unit tipe 36 dan tipe 68,” ujar Ridwan dibenarkan Awaluddin.

Pelaku meminta uang muka Rp 5 juta untuk membeli bahan bangunan calon penerima bantuan. Tercatat belasan orang menyerahkan uang muka disertai kuitansi bermaterai. Pelaku juga menginformasikan jumlah rumah yang sebelumnya 25 unit ditambah 80 unit lagi.

Pelaku membangun rumah bantuan tipe 68 untuk Ridwan dan Awaluddin sehingga warga lain semakin yakin dengan program tersebut. “Rumah saya siap sekitar 50 persen dan rumah Awaluddin sekitar 45 persen,” ujar Ridwan sambil menambahkan sertifikat tanahnya serta sepeda motor diambil pelaku.

Pada awal Maret 2018 mulai tercium ketidakberesan. Pelaku sudah menarik uang yang jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 700 juta dari masyarakat namun rumah tak kunjung dibangun. Hanya beberapa material yang diantar ke lokasi.

Ridwan dan Awaluddin mendesak pelaku mengembalikan uang masyarakat. Pelaku sempat berjanji akan mengembalikan pada 5 Maret 2018 ternyata tidak dilaksanakan. Ridwan dan Awaluddin berangkat ke rumah pelaku di Banda Aceh namun yang bersangkutan sudah menghilang. Di rumah hanya ada istrinya. “Kami juga mendatangi rumah orang tuanya di Lhueng Daneun, juga tidak ada lagi orang yang kami cari,” demikian Ridwan.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help