SerambiIndonesia/

Rp 700 Juta Uang Masyarakat Raib

Hampir 100 warga dari sembilan desa di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen diyakini menjadi korban

Rp 700 Juta Uang Masyarakat Raib
SERAMBI/M NAZAR
Buruh kerja menyelesaikan pembangunan rumah bantuan dhuafa di Gampong Riweuk, Kecamatan Sakti, Pidie. SERAMBI/M NAZAR

* Warga Gandapura Tertipu Rumah Bantuan

BIREUEN - Hampir 100 warga dari sembilan desa di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen diyakini menjadi korban penipuan oleh seseorang berinisial Ric Jn yang menjanjikan rumah bantuan pemerintah pusat. Perkiraan sementara ada Rp 700 juta uang yang ditarik oleh pelaku dari masyarakat.

Informasi yang dihimpun Serambi, korban dugaan penipuan tersebut sudah menyerahkan uang mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 31 juta. Bahkan, seorang warga yang merupakan orang kepercayaan pelaku ikut menjadi korban sertifikat tanah dan sepeda motor.

Tersangka penipu rumah bantuan itu, menurut data di KTP-nya berinisial Ric Jn, kelahiran Pante Baro Kumbang, 08-12-1990, beralamat di Desa Lamkuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, pekerjaan wiraswasta.

Seorang warga Desa Cot Puuk, Kecamatan Gandapura, M Nasir (52) kepada Serambi mengungkapkan, ia ikut menjadi korban karena terpengaruh dengan inforamsi adanya rumah bantuan dari pemerintah pusat. M Nasir semakin yakin karena ada dua warga se-desanya yang memperkenalkan dengan pelaku. “Melalui orang kepercayaannya saya menyerahkan uang secara bertahap hingga jumlahnya mencapai Rp 31 juta. “Saya jual empat ekor lembu untuk mengurus rumah bantuan itu,” kata Nasir.

Yang lebih menyedihkan, ada warga yang sudah membongkar rumah lama untuk diganti dengan bangunan baru yang dijanjikan yaitu tipe 68. Ternyata, seperti dialami M Nasir, hanya galian untuk pondasi saja yang baru dikerjakan, ditambah satu truk pasir, satu truk batu serta beberapa batang besi yang diantar ke lokasi.

Korban lainnya, Junaidi mengaku sudah menyerahkan uang Rp 10 juta namun rumah tak kunjung dibangun. “Karena yakin ini penipuan makanya pada 8 April lalu saya melapor ke Polres Bireuen,” kata Junaidi.

Kasus itu sendiri dilaporkan berawal pada November 2017 ketika Ric Jn bertemu dua kawan kecilnya, yaitu Ridwan dan Awaluddin, warga Desa Cot Puuk, Kecamatan Gandapura. Kepada Ridwan dan Awaluddin, pelaku menginformasikan ada program rumah bantuan pemerintah pusat sebanyak 25 unit yang akan dibangun. Ric Jn meminta kedua rekannya itu untuk menanyakan kepada saudara-saudara di kampung jika ada yang berkeinginan. Harga tebus setiap unit rumah Rp 15 juta.

Kabar menggembirakan itu langsung menyebar sehingga banyak warga yang tertarik, bahkan jumlah rumah yang sebelumnya 25 unit bertambah menjadi 80 unit. Ridwan dan Awaluddin menjadi penghubung dengan warga yang bersedia dibangunkan rumah.

Ternyata, dalam perjalanan lebih lanjut, rumah yang diharapkan tak kunjung dibangun. Fakta di lapangan sebagaimana pengakuan M Nasir dan Junaidi. Akhirnya, warga yang merasa tertipu, menuntut uang mereka kembali. Kedua orang kepercayaan Ric Jn menjadi sasaran. Sempat dijanjikan akan dikembalikan pada 5 Maret 2018 namun hingga saat ini keberadaan Ric Jn sudah tak diketahui lagi, termasuk tak bisa lagi dihubungi oleh Ridwan dan Awaluddin.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help