Polres Usut Kasus Penipuan Program Rumah Bantuan

Tim penyidik Polres Bireuen sejak beberapa waktu lalu sampai kemarin terus menyelidiki kasus penipuan

Polres Usut Kasus Penipuan Program Rumah Bantuan
RIZA YULIANTO, Kapolres Bireuen

BIREUEN - Tim penyidik Polres Bireuen sejak beberapa waktu lalu sampai kemarin terus menyelidiki kasus penipuan program rumah bantuan yang terjadi di Kecamatan Gandapura. Pelakunya diduga seorang pria bernisial Rch Jn yang sekarang sudah menghilang dari rumah dan meninggalkan istrinya sendirian.

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Reskrim, Iptu Riski Andrian SIK kepada Serambi, Minggu kemarin, mengatakan, mereka telah menerima satu laporan resmi tentang dugaan penipuan program rumah bantuan yang diotaki Rich Jn.

“Benar laporannya sudah masuk dan sekarang dalam tahap penyelidikan tim Polres Bireuen,” ujar Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK.

Dinformasikan bahwa dari puluhan orang diduga menjadi korban penipuan Rich, salah seorang di antaranya adalah Junaidi, warga Cot Pu’uk Gandapura. Bireuen yang telah menyerahkan uang kepada tersangka Rp 10 juta dari Rp 15juta yang diminta.

Sisanya Rp 5 juta lagi akan diserahkan pada saat dimulainya pembangun rumah bantuan tersebut. Tapi setelah Junaidi menyerahkan uang, ternyata rumah bantuan tersebut hingga 7 April belum juga dibangun dan nomor handphone tersangka tak bisa dihubungi lagi. “Akhirnya saya membuat laporan resmi ke Polres Bireuen agar kasus ini diusut tuntas,” ujar Junaidi.

Beberapa korban lainnya menurut informasi akan segera melapor ke Polres Bireuen menyangkut kasus tersebut, karena jumlah korban telah menyerahkan uang kepada pelaku belum dikembalikan. Kasat Reskrim Polres Bireuen menambahkan, pihaknya akan memanggil sejumlah saksi atas munculnya kasus tersebut.

Sementara itu, dua anggota DPRK Bireuen berasal dari Desa Cot Puuk, Gandapura, Bireuen bernama Ismail Adam dan Yusuf Adam kepada Serambi kemarin mengatakan, mereka sudah mengingatkan kedua orang suruhan serta warga menyangkut akan terjadi penipuan, tapi mereka kurang peduli akhirnya jatuh korban.

“Kami sudah mengingatkan, setiap rumah bantuan pemerintah diawali dari pendataan oleh perangkat desa, camat, tim khusus sampai kepada melengkapi berkas dan usulan, dalam program bantuan tersebut tidak ada pendataan,” ujar M Yusuf Adam yang ditemani Ismail Adam kepada Serambi, Sabtu (14/4).

Program rumah bantuan yang disampaikan mereka tidak melalui tahapan semestinya, warga tetap yakin, akhirnya menjadi korban, uang jutaan rupiah melayang.

Awaluddin orang suruhannya juga menjadi korban kepada Serambi mengaku percaya atas omongannya sehingga banyak warga tertipu. “Kami percaya karena omongannya dan tidak ada bukti administrasi yang diperlihatkan rumah dari bantuan mana,” ujar Ridwan menjawab Serambi tentang kenapa tidak meminta bukti adanya bantuan.

Adanya rumah bantuan juga sudah disampaikan kepada kepala desa, kepala desa mengatakan bila bantuan itu benar dan bukan penipuan silakan lanjutkan. “Saya sudah sampaikan ke pak geuchik, kalau bantuan itu benar dilanjutkan, bila bermasalah atau penipuan hentikan,” ujar Ridwan menirukan pesan Keuchik Cot Puuk.

Serambi belum memperoleh konfirmasi dengan pria tersebut, hp bernomor 0822461929032 itu tidak aktif dan alamatnya tidak jelas. “Kami sudah mencari ke sejumlah alamatnya, rekan, dan orang tuanya, tapi pelaku belum ketahuan di mana,” ujar Ridwan dan Awaluddin. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help