Pilpres 2019

Jika Jadi Presiden, Program Pertama Rizal Ramli "Membuang" Koruptor ke Pulau Malaria

"Saya tidak ingin seperti Duterte (Presiden Filipina) yang tembak mati pengguna narkoba. Itu melanggar HAM.

Jika Jadi Presiden, Program Pertama Rizal Ramli
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Mantan menteri koordinator bidang kemaritiman RI, DR Rizal Ramli, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Senin (16/4/2018) 

Laporan Masrizal |  Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan menteri koordinator bidang kemaritiman RI, DR Rizal Ramli secara terang-terangan menyampaikan akan maju sebagai calon Presiden RI pada Pilpres 2019.

Meskipun belum memiliki kenderaan politik, namun Rizal Ramli mengaku optimis bisa ikut nyalon dan saat ini dirinya sudah membangun komunikasi politik dengan sejumlah ketua partai politik.

Ketika berkunjung ke Banda Aceh, Senin (16/4/2018), dalam sebuah pertemuan dia menyampaikan ada tiga program unggulan yang akan dilakukannya jika menjadi Presiden.

(Baca: Kunjungi Aceh, Rizal Ramli Bagi-bagi Stiker Indonesia #2019Presiden Baru)

(Baca: VIDEO - Warung Podjok Halal Milik Pengusaha Tionghoa Muslim, Seporsi Nasi Kuning Hanya Rp 3000)

Pertama, Rizal Ramli ingin menangkap para koruptor dan bandar narkoba di Indonesia, termasuk di Aceh. Setelah ditangkap mereka akan dibawa ke sebuah pulau di bagian tengah Indonesia yang banyak nyamuk malarianya.

"Saya tidak ingin seperti Duterte (Presiden Filipina) yang tembak mati pengguna narkoba. Itu melanggar HAM. Tapi jika dikirim ke pulau malaria, kemudian dia digigit oleh nyamuk lalu mati, yang melanggar HAM buka Rizal Ramli tapi nyamuknya. Ini perlu karena negeri ini terlalu banyak orang brengsek," katanya.

(Baca: Rizal Ramli: Aceh Dikasih Uang Banyak, Kok Nggak Jadi Apa-apa, Jangan-jangan)

Kedua, Rizal Ramli akan keluarkan Perpres perubahan demokrasi di Indonesia. Dia mengatakan, saat ini banyak pejabat atau kepala daerah masuk penjara.

Persoalan ini, lanjutnya, bukan lagi dilihat kesalahan personal tapi karena sistemnya yang tidak benar. "Karena hukum hari ini banyak digunakan oleh kekuasaan sekedar menutup pikiran kritis," katanya.

Karena itu, dia ingin mengubah demokrasi yang disebutnya demokrasi kriminal menjadi demokrasi amanah.  Sebab, dalam demokrasi kriminal kemakmurann hanya milik elite dan rakyat tidak pernah mendapatkannya.

Ketiga, Rizal Ramli ingin ekonomi Indonesia bisa tumbuh 10 persen pertahun. "Jika ingin perubahan, pilih aja Rizal Ramli jadi Presiden, begitu aja kok repot," katanya setengah berseloroh. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help