Irwandi No Comment soal Pergub APBA dan Cambuk

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan no comment atau tak mau berkomentar soal polemik tentang Anggaran

Irwandi No Comment soal Pergub APBA dan Cambuk
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Suasana Sidang paripurna khusus DPRA, Jumat (20/4/2018) mengambil keputusan menggugat Pergub APBA dan pergub alihkan lokasi cambuk dari ruang terbuka ke kompleks LP. 

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan no comment atau tak mau berkomentar soal polemik tentang Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) yang ia Pergub-kan maupun soal Pergub pengalihan lokasi pelaksanaan hukuman cambuk terhadap pelanggar syariat Islam di Aceh, dari sebelumnya di halaman masjid menjadi di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau rumah tahanan (Rutan) untuk menghindari tontonan anak-anak.

Pernyataan no comment Irwandi itu disampaikannya ketika dicegat wartawan yang menanyakan tanggapannya tentang kedua hal itu seusai dirinya menghadiri sidang paripurna khusus tentang agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun 2017 kepada DPRA di Gedung DPRA, Banda Aceh, Rabu (25/4). “Untuk jawaban itu, no comment aja,” tegas Irwandi saat mau keluar Gedung DPRA.

Irwandi juga tak mau berkomentar ketika wartawan menanyakan soal laporan Anggota DPRA, Abdullah Saleh terhadapnya ke Polda Aceh atas dugaan pencemaran nama baik melalui akun facebook atas nama dirinya, sang gubernur hanya senyum sambil jalan menuju mobil dinas yang diparkir di halaman depan Gedung DPRA.

Sebelumnya, kemarin dalam sidang paripurna khusus tentang agenda penyampaian LKPJ Gubernur 2017 kepada DPRA, Gubernur Irwandi dan Wakilnya, Nova Iriansyah bergantian membacakan ringkasan LKPJ itu. Sidang tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda. LKPJ itu antara lain berisi laporan Irwandi terhadap realisasi pendapatan Aceh 2017 senilai Rp 14,35 triliun atau 99,32 persen dari target Rp 14,44 triliun.

Sedangkan belanjanya terealisir Rp 13,83 triliun atau 92,76 persen dari yang direncanakan Rp 14,91 triliun. Adapun Silpa Rp 390 ,53 miliar dari yang diperkirkan sebelumnya Rp 462,73 miliar (84,40 persen). Dalam LKPJ itu, Gubernur juga melapor hasil pembangunan jalan, jembatan, dan masalah pendidikan hingga kesehatan yang sudah dicapai selama 2017 menggunakan APBA.

Setelah sidang paripurna khusus itu ditutup oleh Sulaiman Abda, dua Anggota DPRA mengajukan interupsi. Pertama, Ketua Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al Farlaki. Ia menyampaikan rasa prihatin terhadap terbakarnya sumur bor migas di Desa Pasir Putir, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur yang menewaskan belasan warga yang diduga mengelola sumur minyak itu secara tradisional.

Ia meminta Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian dan menangani masalah itu dengan cepat dan tepat. Sedangkan Ketua Komisi II DPRA, Nurzahri yang juga Anggota Fraksi Partai Aceh mengingatkan hingga kemarin, belum menyerahkan dokumen Pergub APBA untuk bahan pengawasan Anggota DPRA. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help