Mihrab

Sya’ban, Bulan Mempersiapkan Kesuksesan Ramadhan

SYA’BAN secara urutan bulan hijriah berada pada sebelum Ramadhan. Karenanya, bulan ini merupakan bulan

Sya’ban, Bulan Mempersiapkan Kesuksesan Ramadhan
Zul Arafah

SYA’BAN secara urutan bulan hijriah berada pada sebelum Ramadhan. Karenanya, bulan ini merupakan bulan untuk melakukan persiapan diri bagi umat Islam, sebagai pintu gerbang memasuki Ramadhan yang merupakan bulan untuk pembakaran dosa-dosa.

Sukses tidaknya seorang muslim dalam memacu ibadah pada bulan Ramadhan tiap tahun, sangat ditentukan dengan persiapan seperti yang dilakukan pada sya’ban, baik secara fisik, jiwa, maupun hati dalam rangka menyambut datangnya tamu agung tahunan tersebut.

Paling tidak, ada beberapa persiapan utama yang bisa dilakukan seperti memperbanyak puasa-puasa sunat, memperbanyak zikir dan istighfar, meminta maaf kepada sesama muslim yang pernah kita sakiti dan zalimi, mulai meningkatkan membaca Alquran, serta mulai membiasakan sedekah dan infaq.

Demikian antara lain disampaikan Ustaz Zul Arafah, Pimpinan Majelis Zikir Arafah, Neusu Banda Aceh, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (25/4) malam.

“Kita jangan sampai lalai dengan waktu yang terus berjalan diputar oleh Allah. Saat ini sudah Sya’ban, memasuki bulan Ramadhan beberapa saat lagi. Bagaimana kebiasaan dan semangat kita mempersiapkan diri pada Sya’ban ini, akan sangat memengaruhi sukses tidaknya kita meningkatkan ibadah untuk mendapat ampunan dan pembakaran dosa sebulan penuh. Sebuah kesuksesan kerap kali tak bisa lepas dari persiapan yang matang,” terang Ustaz Zul Arafah.

Dijelaskannya, dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah RA. menceritakan, bahwa Rasulullah dalam mempersiapkan diri memasuki Ramadhan, selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Bahkan, tidak ada bulan melebihi bulan Sya’ban di dalamnya Rasulullah berpuasa. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mayoritas berpuasa mayoritas hari-hari bulan Sya’ban.

Pertanyaannya kenapa? Adalah suatu persiapan yang sangat strategis ketika Rasulullah selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah turnamen, bulan Ramadhan adalah ajang perlombaan beramal saleh, cerminan ayat “fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)”. Karena itu sebelum masuk Ramadhan hendaklah melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

“Kita semua tahu bahwa para peserta turnamen pasti melakukan persiapan sebulan dua bulan sebelumnya. Itulah rahasia mengapa Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Agar tidak loyo selama bulan Ramadhan. Agar lebih maksimal melaksanakan ibadah-ibadah Ramadhan yang semuanya saling melengkapi untuk mengantarkan kepada ketakwaan,” terangnya.

Sya’ban juga menjadi kesempatan terakhir bagi kaum perempuan atau bahkan laki-laki yang pernah tinggal puasa pada bulan Ramadhan sebelumnya, sebelum memasuki Ramadhan tahun ini yang hanya tinggal menghitung hari.

“Jangan lupa segera bayar utang puasa Ramadhan lalu yang terlewat. Para ulama sepakat, hendaknya seseorang membayar utang puasa wajib terlebih dahulu, sebelum menunaikan puasa sunah,” katanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved