Kadis, PNS, dan IRT Ditangkap

Dalam dua hari terakhir polisi di Aceh menangkap tiga warga karena dugaan menyebar ujaran kebencian

Kadis, PNS, dan IRT Ditangkap
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, didampingi Kabagops Kompol Ahzan, dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha memperlihatkan sejumlah postingan Plt Kadis PMG Lhokseumawe diakun Facebook dalam konfrensi pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Selasa (15/5). 

* Terkait Komentar di Medsos

BANDA ACEH - Dalam dua hari terakhir polisi di Aceh menangkap tiga warga karena dugaan menyebar ujaran kebencian melalui media sosial (medsos). Tersangka yang ditangkap termasuk pejabat setingkat kepala dinas di Lhokseumawe, PNS di Simeulue, dan ibu rumah tangga (IRT) di Banda Aceh.

Dari Banda Aceh dilaporkan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh menangkap seorang IRT berinisial WF (37) terkait komentarnya di jejaring facebook mengenai insiden bom bunuh diri di Surabaya yang bernada SARA. WF ditangkap di Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Senin (14/5) sekira pukul 11.25 WIB.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH kepada Serambi, Selasa (15/5) mengatakan, WF adalah wanita kelahiran Surabaya. Pada 13 Mei 2018 sekira pukul 09.00 WIB, WF berkomentar atas postingan milik orang lain terkait rusuh rutan Mako Brimob. Di dalam postingannya tersebut terdapat komentar dari teman facebook WF berinisial LFY dengan kata-kata “Iya mbak, ini barusan ada bom di gereja santa maria, ngagel sby mbak.”

Selanjutnya, kata Misbah, WF membalas komentar tersebut “Ya say.. memang halal darah *********.” Komentar inilah yang dinilai SARA oleh pihak kepolisian dan polisi langsung menciduk WF atas komentarnya tersebut.

Dalam kasus ini, kata Misbah, pasal yang disangkakan kepada tersangka meliputi Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 sesuai dengan UU RI No. 19/2016 perubahan atas UU RI No. 11/2008 tentang Informasi Transaksi Eletronik (ITE). “Yang bersangkutan tidak kita tahan karena dalam keadaan sakit, tapi sedang menjalani proses pemeriksaan,” sebut Misbah,

Barang bukti yang diamankan dari WF berupa satu unit handphone merk OPPO F1s dengan IMEI: 863440032179016 dan IMEI: 863440032179008, kemudian satu simcard dengan nomor 081269030550.

Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam menggunakan medsos. Masyarakat juga diminta tidak latah dalam menanggapi isu apapun yang terjadi di Indonesia. “Mari bijak menggunakan media sosial, jangan latah dan jangan memposting hal-hal yang belum tentu kebenarannya,” demikian Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar SH.

Seorang PNS di Simeulue berinisial MH harus berurusan dengan pihak berwajib setelah membuat status di akun facebook-nya yang dianggap mengandung unsur ujaran kebencian atau hate speech.

Kapolres Simeulue yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (15/5) melalui Kasatreskrim Iptu Muhammad Khalil SH membenarkan pihaknya mengamankan oknum PNS berinisial H karena terkait statusnya di facebook.

Menurut Kasatreskrim Polres Simeulue, pihaknya tidak menahan oknum PNS namun diharapkan jadi pembelajaran bagi yang lain agar tidak membuat status di media sosial yang mengandung unsur ujaran kebencian.

“Kita mintai keterangan apa tujuan dia buat status seperti itu,” kata Kasatreskrim Polres Simeulue.

Penelusuran Serambi, status yang diposting MH terkait insiden Mako Brimob dikaitkan dengan bom gereja. Namun, tadi malam, status tersebut sudah dihapus.(dan/sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help