Jangan Main-main dengan Media Sosial

WAKAPOLDA Aceh, Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM, dalam sambutannya pada acara pernyataan sikap Forum Kerukunan Umat

Jangan Main-main dengan Media Sosial
google/net

WAKAPOLDA Aceh, Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM, dalam sambutannya pada acara pernyataan sikap Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Forkopimda Aceh di Ruang Sanggamara, Mokodam IM, kemarin juga mengingatkan agar masyarakat di Aceh berhati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Jangan main-main dengan media sosial, media sosial ini tujuan bercanda dan bersenang-senang, tapi bisa membawa kita masuk tahanan. Contoh ibu yang kemarin ditangkap, contoh ibu itu yang mengomentari sesuatu tapi ujungnya bermasalah dengan polisi,” kata Supriyanto Tarah.

Seperti diberitakan, seorang ibu berinisial WF (37) ditangkap di Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Senin (14/5). Dia dibekuk terkait komentarnya di jejaring facebook mengenai insiden bom bunuh diri di Surabaya yang dianggap bernada SARA. Wanita kelahiran Surabaya itu, pada 13 Mei 2018 sekira pukul 09.00 WIB berkomentar atas postingan milik orang lain terkait rusuh rutan Mako Brimob.

Di dalam postingannya tersebut terdapat komentar dari teman facebook WF berinisial LFY dengan kata-kata “Iya mbak, ini barusan ada bom di gereja santa maria, ngagel sby mbak.”

Selanjutnya WF membalas komentar tersebut “Ya say.. memang halal darah *********.” Komentar inilah yang dinilai SARA oleh pihak kepolisian dan polisi langsung menciduk WF atas komentarnya tersebut.

Seorang PNS di Simeulue berinisial MH harus berurusan dengan pihak berwajib setelah membuat status di akun facebook-nya yang dianggap mengandung unsur ujaran kebencian atau hate speech. Selain itu seorang pejabat di Kota Lhokseumawe, yaitu Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat Gampong (PMG) juga ditangkap polisi karena dianggap menyebar ujaran kebencian terhadap pemerintah dan institusi Polri melalui akun facebook-nya, lagi-lagi terkait serangkaian insiden teror yang terjadi baru-baru ini.

Menurut Brigjen Pol Supriyanto Tarah, kalimat-kalimat yang dianggap SARA, menebar kebencian, agar tidak dishare begitu saja ke media sosial. Karena kalimat-kalimat itu berpotensi menjadi masalah. “Jangan bercanda dengan medsos, anak-anak kita harus kita ingatkan. Beredarnya video kejadian di Poltabes Surabaya itu juga membuat marah Pak Kapolri, jadi langsung dipanggil kadensus, itu kan cctv ternyata ada yang mau sok-sokan menyebarkan, jadi jangan lansung share sesuatu ke medsos,” kata Wakapolda Aceh.

Polisi, kata Brigjen Pol Supriyanto Tarah, tidak bosan-bosannya mengingatkan semua warga agar bijak dalam bermedia sosial. Peringatan agar tidak main-main dengan media sosial ini juga diminta untuk disampaikan kepada keluarga, sahabat, dan siapapun. “Kita jaga keluarga kita, medsos punya etika, ketika kita tidak pahami etika itu maka kita kena sendiri,” pungkas Brigjen Pol Supriyanto Tarah. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help