Ramadhan Mubarak

Fadhilah Shalat Tarawih

RAMADHAN adalah bulan yang paling utama dalam pandangan orang Aceh, karena Rasulullah saw bersabda (artinya),

Fadhilah Shalat Tarawih
Prof. Dr. H. Azman Ismail, M.A. Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Prof. Dr. H. Azman Ismail, M.A. Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman
Banda Aceh

RAMADHAN adalah bulan yang paling utama dalam pandangan orang Aceh, karena Rasulullah saw bersabda (artinya), “Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan dan hari yang paling utama adalah hari Jumat.” (HR al-Thabarany). Ketika orang Aceh mendengar kata bulan Ramadhan terbetik dalam benaknya --paling kurang-- dua kata, yaitu meugang dan shalat Tarawih.

Meugang adalah adat yang hanya ada di Aceh, sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan. Dua hari sebelum permulaan bulan Ramadhan orang Aceh sudah memersiapkan daging untuk dimakan bersama keluarga. Anak yang merantau kalau boleh diminta pulang untuk merasakan daging meugang yang disiapkan oleh ayah dan bunda.

Sebagai syiar Ramadhan, kaum muslimin berbondong-bondong mengunjungi masjid, meunasah dan mushalla. Mereka memakai pakaian serba putih sebagai lambang kesucian lahir dan batin. Para jamaah memasuki masjid, meunasah dan mushalla dengan tertib setelah mereka berwudhuk di rumah masing-masing.

Rasulullah saw bersabda (artinya), “Siapa yang mengambil wudhuk di rumahnya dengan sempurna kemudian dia pergi ke masjid, (seolah-olah) dia mengunjungi Allah, menjadi kewajiban Allah untuk memuliakan orang yang mengunjungi-Nya.” (HR. al-Thabarany).

Para jamaah yang memasuki masjid disunatkan melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid sebagai penghormatan kepada rumah Allah. Sambil menunggu tibanya waktu Isya para jamaah membacakan kitab suci Alquran dengan niat ingin mengkhatamkannya di bulan yang mulia ini. Terdengarlah suara azan, pertanda waktu Isya sudah tiba. Para jamaah mendengar lafazh azan dengan cermat. Selesai azan, mereka melaksanakan shalat sunat, dan mengatur shaf sebagai persiapan untuk pelaksanaan shalat berjamaah, karena satu syarat untuk memperoleh pahala jamaah adalah keteraturan shaf.

Mereka berdiri dalam shaf yang telah diatur rapi, menunggu takbir imam untuk pelaksanaan shalat Isya. Selesai shalat Isya, mayoritas para jamaah melaksanakan shalat sunat.

Sebelum pelaksanaan shalat Tarawih, biasanya ada ceramah agama yang disampaikan oleh para ustaz atau teungku sebagai pencerahan dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan. Biasanya waktu ceramah berkisar antara 15-20 menit. Sesudah ceramah, para jamaah mengatur shaf kembali untuk pelaksanaan shalat Tarawih.

Pelaksanaan shalat Tarawih pada malam pertama sampai malam ke 10 terlihat ramai dan meriah. Para jamaah banyak, baik laki maupun perempuan, baik tua maupun muda. Hari demi hari para jamaah berkurang karena kesibukan sehari-hari, tinggallah jamaah inti sebagai calon orang yang akan mendapat rahmat, maghfirah, dan kelepasan dari azab api neraka.

Keutamaan shalat Tarawih
Shalat Tarawih dianggap utama, karena dia berada di bulan Ramadhan sebagai bulan yang paling utama di sisi Allah Swt. Pelaksanaan shalat Tarawih dianggap syiar yang paling menonjol selama bulan Ramadhan.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help