Aksi 20 Tahun Reformasi di DPRA, Seorang Mahasiswa Dikafani Mirip Seperti Jenazah

Dia menyoal tentang tenaga kerja asing yang kian mudah masuk ke Indonesia, begitu juga dengan pendidikan, hingga persoalan kenaikan BBM.

Aksi 20 Tahun Reformasi di DPRA, Seorang Mahasiswa Dikafani Mirip Seperti Jenazah
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Seorang mahasiswa dikafani mirip seperti jenazah dalam aksi peringatan 20 tahun reformasi yang dilancarkan BEM Unsyiah di gedung DPRA, Senin (21/5/2018). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aksi peringatan 20 tahun reformasi yang dilancarkan dua puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di DPRA, Senin (21/5/2018), berlangsung tertib di bawah pengawalan pihak kepolisian.

Dalam aksi itu, mahasiswa berorasi secara bergantian, menyuarakan berbagai hal tentang kondisi bangsa ini --yang menurut mahasiswa--semakin terpuruk.

"Dua puluh tahun sudah reformasi, tapi apakan kondisi bangsa Indonesia hari ini aman-aman saja kawan-kawan? Tidak," teriak Ketua BEM Unsyiah, Muhammad Yasir.

(Baca: Soeharto: Kenapa Kamu Tanya Begitu? Siapa yang Suruh? Reaksi terhadap Pertanyaan Seorang Bocah)

(Baca: Benarkah Soeharto Miliki Ratusan Paranormal hingga Ribuan Pusaka?)

(Baca: Berikut Presiden dengan Jabatan Terlama dan Tersingkat di Dunia, Ternyata Bukan Soeharto)

Dia menyoal tentang tenaga kerja asing yang kian mudah masuk ke Indonesia, begitu juga dengan pendidikan, hingga persoalan kenaikan BBM yang dianggap cukup mencekik rakyat.

"Belum lagi pengangguran kawan-kawan, sudah 20 tahun reformasi tapi Indonesia masih jauh dari kesejahteraan," kata Muhammad Yasir.

Dalam aksi itu, seorang mahasiswa dikafani sekujur tubuh, sekilas cukup mirip seperti jenazah. Kain kafan juga dilumuri pewarna merah yang mirip dengan darah.

"Jenazah mahasiswa" itu ditiduri di depan tiang bendera gedung DPRA. Lalu, para mahasiswa lainnya mengangkat "jenazah" tersebut mengitari halaman gedung DPRA seraya berteriak "innalillahi wainna ilaihi rajiun".

"Ini sebagai tanda, bahwa mahasiswa siap dengan apapun yang terjadi demi bangsa ini. Innalilahi wa innailaihi rajiun," teriak mahasiswa berbarengan.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help