Simboling, Makanan Paling Diburu Warga Singkil

SIMBOLING, begitulah masyarakat Aceh Singkil menyebut batang muda tanaman sejenis rotan tersebut

Simboling, Makanan Paling Diburu Warga Singkil
Pedagang simboling di pasar harian Singkil, Aceh Singkil 

SIMBOLING, begitulah masyarakat Aceh Singkil menyebut batang muda tanaman sejenis rotan tersebut. Rasanya pahit, namun uniknya justru menjadi makanan yang paling dicari warga selama menjalankan ibadah puasa.

Warga percaya simboling dapat mengobati panas dalam, darah tinggi serta berbagai penyakit yang mengganggu khususnya selama ibadah puasa. Tak mengherankan walau rasanya pahit, tetapi menjadi bahan makanan paling diburu. Kepercayaan dapat menyembuhkan berbagai penyakit berdasarkan kisah turun temurun.

Sebab sejauh ini, belum ada penelitian ilmiah. Pastinya sehabis menyantap simboling selera makan akan bertambah lahap. Warga biasa memasak simboling dicampur daun pakis, daun singkong, bunga pepaya dengan bumbu irisan bawang dan serundeng kelapa.

Makanan tersebut disebut anyang. Simboling juga ada yang dijadikan lalap dengan dibakar terlebih dahulu lalu dikupas untuk diambil bagian dalamnya saja.

Lalap simboling biasanya dicocol ke sambal terasi. “Pada bulan puasa simboling laris, karena makanan obat ini bisa mengobati panas dalam,” kata Mama Jamadan, penduduk Singkil Utara, Aceh Singkil, Minggu (20/5).

Laris manisnya simboling dipahami para pedagang sayur mayur di pasar tradisional di Aceh Singkil. Setiap hari berikat-ikat simboling laku terjual. Tingginya permintaan simboling juga menjadi ladang rezeki pedagang musiman. Dengan menggunakan sepeda motor pedagang simboling dadakan berkeliling kampung.

Simboling per ikat isi lima batang dengan panjang kira-kira semeter dijual Rp 5.000. Terbilang murah jika dibandingkan lokasi pengambilan di hutan. Belum lagi terkena duri yang memenuhi batang simboling.

“Murah seikat Rp 5.000. Kalau yang tidak biasa susah mengambil simboling karena banyak durinya,” kata Uti, pedagang simboling. Makanan laris manis lainnya selama puasa mirip dengan simboling, warga menyebutnya pangkat.

Pangkat rasanya sedikit manis dibandingkan dengan simboling yang pahitnya sampai terasa menempel di lidah.

Alasan itulah pangkat dijual lebih mahal yaitu Rp 10 ribu tiap ikat isi dua batang dengan panjang kira-kira semeter. Sekadar catatan simboling dan pangkat merupakan tanaman sejenis rotan.

Tanaman itu masuk kelompok palma dari puak (tribus) calameae yang memiliki habitus memanjat, terutama calamus, daemonorops dan oncocalamus. Ketika berkunjung ke Aceh Singkil, jangan lupa mencicipi simboling dan pangkat.

Pada bulan Ramadhan, kuliner khas tanah kelahiran Syeikh Abdurrauf As Singkili ini, bisa dengan mudah didapat di pusat jajanan buka puasa.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help