4.082 Cama Ikut UMPTKIN di UIN

Sebanyak 4.082 calon mahasiswa (cama) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh

4.082 Cama Ikut UMPTKIN di UIN
REKTOR UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA bersama pimpinan UIN Ar-Raniry meninjau proses pelaksanaan ujian bagi peserta yang berkebutuhan khusus pada Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (UM-PTKIN) tahun 2018 di UIN Ar-Raniry, Selasa (22/5). 

BANDA ACEH - Sebanyak 4.082 calon mahasiswa (cama) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, mengikuti testing Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) se-Indonesia di kampus itu, Selasa (22/5). Testing kemarin adalah jalur keempat yang dibuka UIN Ar-Raniry tahun ini, setelah sebelumnya jalur SNMPTN, SPAN-PTKIN, dan SBMPTKIN.

Adapun total cama yang memilih masuk ke kampus UIN Ar-Raniry melalui jalur UMPTKIN tahun ini sebanyak 12.653 orang. Menurut Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, dari total 12.653 itu tidak semua mengikuti ujian di kampus UIN Ar-Raniry kemarin. “Yang mendaftar masuk UIN melalui jalur ini dua belas ribu lebih, tapi mereka tesnya mencar, ada yang di Jakarta, Medan, dan tempat lain. Ini tesnya serentak seluruh Indonesia hari ini,” kata Farid Wajdi.

Farid mengatakan, minat calon mahasiswa yang masuk ke UIN Ar-Raniry terus bertambah setiap tahunnya. Untuk tahun ini melalui semua jalur, total mahasiswa yang mendaftar melebihi dua puluh ribu, namun yang diterima sesuai dengan kuota yang telah ditentukan di semua jalur yang dibuka tersebut. “Dulu waktu masih IAIN paling banyak itu sekitar sebelas ribu, sekarang saat sudah jadi UIN mencapai dua puluh empat ribu lebih,” katanya.

Dengan bertambahnya minat calon mahasiswa yang masuk UIN Ar-Raniry, pihaknya juga tak tinggal diam. Farid mengatakan selama ini UIN terus berbenah dan menata kampus, menambah sarana prasarana. “Kita terus mengembangkan diri, dari setelah musibah tsunami. Sekarang Alhamdulillah sudah 100 persen, begitu juga dengan jumlah dosen dan karyawan yang sudah maksimal. Mahasiswa juga bertambah, ini adalah kepercayaan masyarakat yang luar biasa bagi kampus UIN Ar-Raniry,” pungkas Farid Wajdi Ibrahim.

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) I UIN Ar-Raniry, Dr H Muhibbuthabry MA, mengatakan, tahun ini total pendaftar melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini UIN menerima pendaftar 12.653 orang, meningkat 33,77 persen dari tahun sebelumnya dengan total pendaftar 9.438 orang.

“Tahun 2018 ini yang memilih UIN Ar-Raniry sebanyak 12.653, sementara yang mengikuti tes di kampus UIN Ar-Raniry berjumlah 4.082 peserta, kebanyakan mereka juga memilih UIN Ar-Raniry, dan 160 peserta diantaranya mengikuti ujian dengan system Computer Based Test (CBT), yang digelar di beberapa lokasi,” ujar Muhibbuthabry.

Sedangkan total yang akan diterima dari jalur UMPTKIN tahun ini kata Muhibbuthabry sekitar 30 persen dari jumlah pendaftar pada jalur keempat tersebut. “Total yang akan kita terima dari jalur ini sekitar 30 persen dari jumlah pendaftar, mungkin kita perkirakan sebanyak 1.200 orang akan kita terima dari berbagai program studi keagamaan di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia,” kata Muhibbuthabry.

Sedangkan fakultas paling diburu oleh para mahasiswa pada tahun ini masih yaitu Fakultas Syariah dan Hukum kemudian prodi Bahasa Inggris, termasuk beberapa fakulas baru di UIN Ar-Raniry seperti psikologi, FEBI, Fisip UIN Ar-Raniry dan beberapa lainnya. “Insya Allah semuanya kita akomodir keinginan anak-anak kita ini,” pungkas Abon panggilan akrab Muhibbuthabry.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Farid Wajdi Ibrahim MA, mengatakan, dalam ujian kemarin, terdapat dua peserta UMPTKIN di UIN Ar-Raniry yang berkebutuan khusus, seorang tunanetra dan seorang tunarungu. Bagi tunanetra, panitia telah memfasilitasinya demi kelancaran proses ujian, yakni menyiapkan seorang pengawas yang membantu membacakan soal, mengisi lembaran jawaban, dan kepadanya juga diberikan dispensasi waktu.

“Kepada mahasiswa yang berkebutuhan khusus ini sama seperti mahasiswa lain, secara umum tidak ada perbedaan antara mahasiswa biasa dengan yang berkebutuhan khusus, malah ada fasilitas-fasilitas khusus yang akan diberikan nantinya, seperti pada gedung-gedung yang dibangun baru,” ujar Farid.

Terkait dengan minatnya, kata Farid Wajdi, mereka bebas memilih pada semua prodi. “Semua prodi yang diinginkan dapat dipilih, karena tidak dibatasi, karena jika dia lulus nanti akan disiapkan pendamping olehnya atau jika memungkinkan kampus akan menyiapkan kebutuan disabilitas ini,” pungkas Farid.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved