Mihrab

Masjid Pheb yang tak Pheb Lagi

DULU sebelum gempa bumi melanda Kabupaten Pidie pada 7 Desember 2016, Masjid Jamiek AT-Taqarrub

Masjid Pheb yang tak Pheb Lagi - masjid-pheb-cikal-bakal-masjid-besar_20180525_085606.jpg
MASJID Pheb, cikal bakal Masjid Besar At-Taqarruf di Kecamatam Trienggaden, Kabupaten Pidie Jaya. Awalnya lebih popular dengan nama Masjid Pheb Trienggadeng. Pada tahun 1997 nama Masjid Taqarrub (Masjid Pheb) diubah menjadi Masjid Besar At-Taqarrub.
Masjid Pheb yang tak Pheb Lagi - masjid-besar-at-taqarruf-di-malam-hari_20180525_085728.jpg
MASJID Besar At-Taqarruf di malam hari.

DULU sebelum gempa bumi melanda Kabupaten Pidie pada 7 Desember 2016, Masjid Jamiek AT-Taqarrub, lebih dikenal sebagai Masjid Pheb (masjid ceper), karena atapnya yang rendah.

Sekarang Masjid Pheb kebanggaan masyarakat Kecamatam Trienggaden, Pidie Jaya, sudah tampil gagah dalam warna biru kubahnya yang kontras. Barangkali inilah salah satu hikmah dari bencana alam tersebut.

Awal Maret 2018, dalam waktu tiga bulan, Masjid At-Taqarrub ini berubah total dari bentk dasarnya. Berdiri setara tinggi masjid yang lain, tidak lagi pheb atau ceper.

Megah dan berwibawa dengan kubah besar plus dinding berjendela banyak. Apalagi warna putih yang mendominir hampir seluruh bagian, membuat masjid yang bercokol di pusat Trienggadeng kawasan jalan Aceh-Medan ini tampil menyejukkan.

Dibandingkan masjid terdahulu (Masjid Pheb), rumah ibadah yang kini bernama Masjid Besar At-Taqarrub ini, memang lebih bagus,

setelah dibangun ulang dengan dana Rp.26 miliar lebih. Tak lain dari dana sumbangan Presiden RI Joko Widodo. Walau masjid ini belum selesai pembangunannya, namun Ramdahan ini sudah digunakan.

Antipanas

Besarnya lingkaran kubah Masjid Besar At-Taqarrub bukan tak ada maksud. Tujuannya untuk menciptakan ruang yang memancarkan sejuk alias antipanas.

Masjid yang sering disinggahi pelalulintas jalan negara Medan-Banda Aceh ini dibangun dengan gaya modern. Tak mengetengahkan unsur etnik manapun.

Tapi yang jelas untuk masjid tingkat kecamatan, At-Taqarruf terbilang “mewah”. Lantai granit adalah salah satu penyejuk “dalamam” masjid, plus dinding-dinding putih, dan plafon gipsumnya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help