Bocah Belajar Mitigasi Lewat ‘Ular Tangga’

Ikatan Agam-Inong Banda Aceh melaksanakan program pengembangan masyarakat bertajuk ‘Saweu Gampong’ di Deah Raya

Bocah Belajar Mitigasi Lewat ‘Ular Tangga’
IKATAN Agam-Inong Banda Aceh bersama dokter muda FK Unsyiah mengajarkan mitigasi bencana lewat game ‘ular tangga’ kepada bocah Deah Raya, Sabtu (12/5).FOTO IST 

* Di Deah Raya

BANDA ACEH - Ikatan Agam-Inong Banda Aceh melaksanakan program pengembangan masyarakat bertajuk ‘Saweu Gampong’ di Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, sepanjang tahun 2018. Salah satu programnya yakni mengedukasi anak-anak Deah Raya tentang mitigasi bencana melalui kegiatan menyenangkan, yakni permainan ‘Ular Tangga’.

Khusus mitigasi bencana lewat permainan ular tangga, Agam Inong Banda Aceh berkolaborasi dengan dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Kegiatan berjudul ‘Health Project: Disaster Management’ itu bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar mengenal bencana sejak dini, serta membangun mental kewaspadaan yang tinggi terhadap bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Hal itu disampaikan Project Director Saweu Gampong 2018, Desy Permata Sari kepada Serambi, Jumat (25/5). Dia mengatakan, pada 12 Mei lalu pihaknya bersama FK Unsyiah memberi edukasi kebencanaan melalui game ‘ular tangga’, yang berisi materi dasar pencegahan hingga penanganan bencana alam yang berpotensi terjadi di Aceh.

“Kegiatan diawali dengan pemberian materi kebencanaan dan kesiapsiagaan oleh anak-anak untuk menyelamatkan diri mereka. Total ada 60 anak berusia 5 hingga 10 tahun yang terlibat dalam permainan ini,” ujar Desy. Sama seperti aturan game ular tangga, lanjutnya, ‘pion’ berkesempatan menaiki tangga saat lingkungan kondusif, atau akan turun beberapa kotak melalui ular ketika berada di kotak yang berisiko bencana.

Menurut Desy, permainan itu didesain untuk anak-anak agar lebih mengerti dan belajar mengenai kebencanaan. Permainan tesebut juga telah dihibahkan kepada pengurus gampong agar dapat digunakan sebagai pengenalan kebencanaan untuk anak-anak sejak dini. “Semoga pemahaman anak terkait kebencanaan jadi lebih baik, dan membuat mereka selalu siap siaga dalam menghadapi bencana,” harapnya.

Selain belajar kebencanaan melalui game, tambah Desy, anak-anak Deah Raya juga diberikan materi tentang seni dan sejarah setiap minggu sejak Maret 2018 hingga akhir tahun. “Adik-adik diajak study tour ke tempat wisata dan sejarah. Mereka juga diajari tari tradisional seperti tarek pukat, likok pulo, dan laweut,” jelas dia.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help