Polisi Tangse Hilang Terseret Arus Sungai

Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tangse, Aiptu Afrijal, hilang terbawa arus Sungai Sarang Pineung, Gua Ileh

Polisi Tangse Hilang Terseret Arus Sungai
Ilustrasi 

* Speed Boat Terbalik

SIGLI - Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Tangse, Aiptu Afrijal, hilang terbawa arus Sungai Sarang Pineung, Gua Ileh, Kecamatan Tangse, Pidie, Minggu (27/5) sekitar 05.25 WIB. Lokasi kejadian berada sekitar 38 kilometer dari ibu kota Kecamatan Tangse.

Afrijal terseret arus sungai justru saat ia membantu Bismi (28), petani, warga Gampong Pulo Sejahtera, Kecamatan Tangse. Nahas, Afrijal ikut terseret arus sungai yang airnya sangat deras lantaran hujan deras mengguyur kawasan itu, Jumat malam. Afrijal menyeberang sungai setelah pulang tugas melakukan penyelidikan terhadap tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat.

Hingga kemarin sore jasad Aiptu Afrijal belum ditemukan dan masih terus dicari. Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari berbagai sumber dan pihak kepolisian bahwa Aiptu Afrijal melakukan penyelidikan tambang emas ilegal menggunakan alat berat di kawasan pegunungan Tangse. Seusai melakukan penyelidikan, ia pulang berbarengan dengan Bismi, warga Gampong Pulo Sejahtera, Kecamatan Tangse.

Keduanya menyeberang Sungai Sarah Pineung, Gua Ileh yang airnya sangat deras. Nahas, kaki Bismi terpeleset saat menginjak batu sehingga ia terbawa arus. Afrijal spontan berusaha menolong lelaki yang terbawa arus sungai itu. Tapi, nahas bagi Aiptu Afrijal, ia yang justru ikut terseret arus sungai yang hilirnya ke Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Sedangkan Bismi yang ia bantu justru selamat.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kapolsek Tangse, Iptu Nurman Ali yang ditanyai Serambi, Minggu (27/5) menjelaskan, pihaknya melakukan cross-check ke lokasi sungai hilangnya Aiptu, Afrijal. “Kami masih melakukan pencaharian, tapi korban belum ditemukan,” kata Iptu Nurman.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK kepada Serambi kemarin juga menginformasikan bahwa speed boat 40 PK yang ditumpangi dua nelayan terbalik akibat diempas ombak di perairan Pidie Jaya, di jalur Selat Malaka, Sabtu (26/5) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Satu nelayan bernama Safwan (30), warga Gampong Meraksa, Pidie Jaya Hilang ditelan ombak laut. Sedangkan rekan korban, yakni Madri Hasan (40), warga Gampong Dayah Kleng, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, selamat dalam musibah tersebut.

Dikatakan, peristiwa ITU terjadi saat speed boat yang ditumpangi Madri Hasan dan Safwan hendak IKUT membantu mengambil ikan dengan pukat kapal KM Bank Haji milik Mukhlis, warga Desa Pasi Lhok, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie.

Speed boat itu bertugas sebagai penunjuk jalan kapal KM Bank Haji. Namun, saat pukat diturunkan ke dalam laut, tiba-tiba ombak besar mengempas speed boat tersebut, sehingga speed boat itu terbalik sehingga Madri Hasan dan Safwan tenggelam di laut. Saat itu, anak buah kapal (ABK) KM Bank Haji berusaha membantu menyelamatkan kedua nelayan tersebut. Tapi, hanya Madri Hasan yang berhasil diselamatkan. “Safwan hilang ditelan ombak laut. Hingga kini, jasadnya belum ditemukan ,” ujar Kapolres Pidie kemarin siang. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved