Ramadhan Mubarak

Puasa dan Semangat Berbagi

PUASA Ramadhan merupakan satu Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap individu muslim

Puasa dan Semangat Berbagi
Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si

Oleh Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, Rektor Universitas Almuslim Bireuen-Aceh. Email: amir5857@yahoo.com

PUASA Ramadhan merupakan satu Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap individu muslim yang mukallaf (baligh dan berakal). Kewajiban ini mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah Nabi Muhammad saw ke Madinah. Dasar hukum disyariatkan ibadah ini adalah berdasarkan firman Allah Swt, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaiman diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183).

Puasa tidak hanya dipandang sebagai ibadah badaniah semata, akan tetapi mencakup ibadah batiniah, seperti menundukkan mata, menjaga telinga, lisan, mencegah anggota tubuh yang lain seperti tangan dan kaki dari tindakan-tindakan dosa. Juga, mencegah perut dari makan dan minum yang syubhat di kala berbuka puasa dan tidak memperbanyak makanan dan minuman karena maksud dan tujuan dari puasa itu sendiri mengosongkan perut dan menghancurkan syahwat supaya menjadi kuat untuk meraih derajat ketakwaan. Dengan demikian akan terealisasikan hakikat puasa yang indah, yaitu puasanya seluruh anggota tubuh dan bahkan hatipun ikut berpuasa sehingga puasa raga dan jiwa.

Amalan-amalan di bulan suci Ramadhan sangat dahsyat balasannya dari Allah Swt. Selain kewajiban puasa, banyak hal yang dapat dilakukan oleh seorang mukmin untuk memaksimalkan pengabdian/penghambaan diri kepada Allah Swt. Salah satunya adalah berbagi (bersedekah), yaitu pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas (semata-mata untuk mencari keridhaan Allah Swt) tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu, karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta, namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik.

Rasulullah saw teladan terbaik bagi kita. Beliau adalah orang yang paling dermawan, terlebih di bulan suci Ramadhan seperti ini sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas ra bahwa “Rasulullah saw orang yang paling dermawan. Ketika beliau bertemu jibril. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan Alquran. Ketika kedermawaan Rasulullah SAW melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari).

Justru itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah layaknya memiliki semangat yang sama. Yaitu semangat untuk berbagi lebih sering, lebih banyak atau lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan yang lain.

Dahsyatnya berbagi
Berikut adalah beberapa keistimewaan dan dahsyatnya berbagi (bersedekah) di bulan Ramadhan, yaitu: Pertama, banyak berbagi di bulan Ramadhan adalah tuntunan Rasulullah saw. Beliau memberi contoh riil pada diri beliau sendiri untuk lebih mengoptimalkan berbagi di bulan Ramadhan dan beliau paling gemar berbagi di bulan ini. Semangat beliau lebih membara dalam berbagi di bulan ini. Kedua, pahala berbagi dilipatgandakan di bulan Ramadhan. Pada bulan Suci Ramadhan semua amal yang dikerjakan oleh umat Islam akan diberikan pahala yang berlipatganda termasuk ibadah berbagi. “Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai kewajiban. Shalat malam adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lain...” (HR. Al-Mahamili).

Ketiga, mendapat pahala sama seperti pahala orang lain berpuasa, sebagaimana sabda Nabi saw, “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit jua.” (HR. Tarmizi). Keempat, berbagi dapat menghapus dosa. Berbagi mempunyai fadhilat menghapuskan dosa. Dengan berbanyak sedekah di bulan Ramadhan, maka Allah akan menghapus dosa yang pernah dilakukan, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmizi).

Kelima, menyucikan orang yang berpuasa. Seseorang dalam berpuasa di bulan Ramadhan selalu ada kekurangan dalam ibadahnya. Dengan berbagi, maka ibadah puasa seseorang itu akan disucikan atau disempurnakaan dan bahkan dapat mensucikan jiwanya.

Keenam, mendapatkan perlindungan Allah Swt dari terik matahari di Padang Mahsyar pada hari kiamat. Sabda Nabi saw, “Ada tujuh golongan manusia yang mendapatkan perlindungan Allah, di hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya (salah satunya) adalah orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketujuh, berbagi dapat menjauhkan diri dari api neraka. Dahsyatnya berbagi dapat menjauhkan seseorang dari api neraka. Semakin banyak bersedekah, maka semakin menjauhkan diri dari neraka. Nabi saw bersabda, “Jauhilah api neraka, walaupun dengan berbagi sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedelapan, memberkahi dan menyuburkan harta. Rasulullah saw bersabda, “Berbagi tidak akan membuat harta berkurang.” (HR. Bukhari). Rasulullah saw sendiri menjamin bahwa dengan berbagi dan bersedekah pasti harta kita bertambah subur dan bahkan mendapat keberkahan dari Allah Swt, dan pada hakikatnya itu yang bakal abadi.

Kesembilan, memudahkan seseorang masuk syurga. Firman Allah Swt, “Dan bersegeralah kamu pada keampunan Tuhanmu dan pada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan harta mereka baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarah mereka dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 133-134).

Dan, kesepuluh, ahli berbagi akan dipanggil untuk masuk syurga dari pintu sedekah. Statemen Rasulullah saw menyatakan bahwa “siapa yang ahli sedekah, dia akan dipanggil (untuk masuk surga) dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari).

Demikian, semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang berbagi. Wallahu a’lamu bish-shawab.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help