Senin, 13 April 2026

‘Ahli Waris’ Malahayati Itu Telah Pergi

ACEH berduka, ahli waris Malahayati, Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam mengembuskan napas terakhir

Editor: bakri
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menyaksikan proses pemakaman Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam, di Kompleks Makam Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu (6/6) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.

ACEH berduka, ahli waris Malahayati, Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam mengembuskan napas terakhir tepat pada bulan suci Ramadhan, Rabu (6/6).

Jauh di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ia menutup usia, diantarkan oleh sang anak, Putroe Neneng. Namun, ke Aceh-lah jasadnya dimakamkan. Tempat peristirahatan terakhir yang bersisian dengan sang ayah, Tuwanku Raja Ibrahim. Mimpinya untuk kembali ke Aceh dan tinggal di Kompleks Baperis terwujud sudah. Namun, dalam wujud “rumah abadi”.

Iring-iringan keluarga dan pelayat menyesak memasuki pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Sirine ambulans yang meraung-raung langsung saja mencuri perhatian jamaah yang sedang shalat Tarawih. Ditimpali dengung selawat dan zikir yang sayup-sayup terdengar. Jenazah yang pemakamannya difasilitasi Pemerintah Aceh itu tiba di Masjid Raya Bairurrahman (MRB) sekitar pukul 21.50 WIB. Sanak kerabat dan para pelayat menshalatkan almarhumah di Masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu di sela-sela pelaksanaan Tarawih rakaat kesepuluh.

Dengan menumpang ambulans, jenazah berpayung kuning itu lantas dibawa ke Meuligoe Gubernur Aceh. Di mushala kediaman resmi orang nomor satu di Aceh itu jenazah almarhumah yang akrab disapa dengan Bunda Putro kembali dishalatkan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Wakapolda, Brigjen Pol Supriyanto Tarah, para relawan Front Pembela Islam (FPI), dan ratusan warga. Liang lahat untuk cucu Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah yang berlokasi di Kompleks Pemakaman Sultan Iskandar Muda sudah menunggu. Lokasinya menempel persis di sebelah Meuligoe Gubernur yang masih berada dalam Kompleks Baperis.

“Nyanyak adalah sosok ibu terbaik. Hanya Allah yang bisa membalas,” ujar Cut, anak Bunda Putro dengan suara pecah menahan tangis.

Ia dan sanak keluarga lainnya tampak tepekur di ruang adat meuligoe. Mereka mudah dikenali karena melilitkan leher dengan secarik kain berwarna kuning. Warna raja diraja Aceh. Bunda Putro meninggalkan enam anak. Cut menceritakan, keluarga di Aceh menginginkan dan telah membujuk sang ibu untuk kembali ke Aceh. Namun, sang ibu yang belum lama ini mendapat anugerah pewaris pahlawan nasional, mengatakan akan mengikuti keinginan anak-anaknya setelah membereskan beberapa urusan. Namun, manusia hanya bisa berencana, akan tetapi takdirlah yang berbicara.

“Apabila diizinkan kami minta tempat di Baperis itu,” kata anak bungsunya, Putroe Neneng kala itu.

Ia menyampaikan keinginannya kepada Gubernur Irwandi sesaat usai mendampingi Bunda Putroe menerima sertifikat pahlawan nasional Laksamana Keumalahayati dari Presiden Jokowi, 9 November 2017 lalu. Namun, saat itu Irwandi malah mengusulkan agar Bunda Putroe untuk tinggal di Meuligoe Aceh saja, karena dinilai lebih memadai dan layak.

Apa dinyana, Irwandi dan seluruh kerabat kali ini malah mengantarkan Bunda Putroe ke tempat pengistirahatannya yang terakhir. Menurut keterangan keluarga, Bunda Putroe memang sempat dirawat di salah satu rumah sakit di NTB selama sehari. Pada Rabu, (6/6) sekitar pukul 6.45 WIB, Bunda Putroe berpulang dan meninggalkan duka kepada sanak kerabat yang ditinggal. Kabar tersebut langsung menyeruak.

“Sebenarnya saya bukan orang lain, orang tua-orang tua kami (Irwandi dan Bunda Putroe) adalah saudara sepersepupuan,” beber Gubernur Irwandi saat secara resmi melepas jasad Bunda Putroe ke tempat pengistirahatan terakhirnya.

Ribuan warga menyesaki Kompleks Makam Iskandar Muda. Kain panjang, juga berwarna kuning menyungkup keranda Bunda Putroe hingga ke liang lahat, “rumah abadi” bagi setiap insan. (nurul hayati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved