Heboh Pemotor Terlibat Adu Fisik dengan Pembegal di Gunung Paro, Begini Penjelasan Polisi

Ketika melewati kawasan Gunung Paro, Aceh Besar, sekitar pukul 21.30 WIB, tiba-tiba korban dihadang pria tak dikenal yang menggunakan senjata tajam.

Heboh Pemotor Terlibat Adu Fisik dengan Pembegal di Gunung Paro, Begini Penjelasan Polisi
Ilustrasi 

Laporan Misran Asri | Jantho

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Seorang pengendara sepeda motor bernama Ansari (27) warga Gampong Sabet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, dilaporkan terlibat adu fisik dengan dua perampok yang akan membegalnya di ruas Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh.

Informasi dihimpun Serambinews.com, peristiwa di kawasan Gunung Paro, Aceh Besar, ini terjadi pada, Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kabar penghadangan yang dilakukan dua pelaku di kawasan pergunungan tersebut beredar lewat pesan berantai WhatsApp.

Informasi itu diperoleh Serambinews.com, pada Jumat (8/6/2018) dini hari.

Dalam pesan tersebut dijelaskan peristiwa itu terjadi ketika Ansari hendak pulang ke Gampong Sabet, Aceh Jaya.

Ketika melewati kawasan Gunung Paro, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, sekitar pukul 21.30 WIB, tiba-tiba korban dihadang oleh pria tak dikenal yang menggunakan senjata tajam.

Merasa jiwanya terancam, Ansari memberikan perlawanan yang menyebabkan dia mengalami luka gores di bagian tangan akibat terkena senjata tajam pelaku.

Karena Ansari melawan, kedua kedua pelaku kabur dan mengurungkan niatnya untuk merampok.

(Baca: Meninggal di Bulan Ramadhan, Kepergian Pria Muda dan Ganteng Ini Membuat Banyak Artis Berduka)

(Baca: Kisah Santri yang Lawan Begal, Sempat Jadi Tersangka Sehari Lalu dan Kini Berstatus Saksi)

(Baca: Gadis Bireuen Dibegal Pacar, Ini Peringatan bagi Orangtua)

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH melalui Kapolsek Lhoong, Ipda Catur Yuda Trisna SSos yang dihubungi Serambinews.com, Jumat (8/6/2018) malam, menjelaskan pihaknya belum menerima laporan tersebut.

Pascahebohnya isu itu, kata Ipda Catur Yuda, dirinya sempat mengecek ke sejumlah warga. Namun, tak ada yang tahu tentang kejadian itu.

"Kami belum menerima pelaporannya. Lalu, bisa kami jelaskan bahwa kawasan Gunung Paro itu terbagi dua kecamatan, Lhoong dan Kecamatan Leupung. Apa mungkin korban dihadang di kawasan Gunung Paro yang masih masuk kawasan Leupung atau di kawasan Kecamatan Lhoong. Intinya, sejauh ini kami belum terima laporan atau jangan-jangan korban memilih tidak melapor," ujarnya.

(Baca: Ahok Dituduh Selingkuh dan Diisukan Pindah Agama, Sang Adik Fifi Lety Ungkap Fakta Mengejutkan)

Ia pun mengimbau para pengguna jalan, terutama para pemudik yang akan memilih pulang pada malam hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian di kawasan sepi. Guna mengantisipasi hal yang tidak diharapkan terjadi.

"Kami juga akan melakukan patroli dan pemantauan di lokasi-lokasi yang kami nilai sepi dan rawan terjadi tindak kejahatan," pungkas Ipda Catur Yuda Trisna.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help