Rusjdi Ali Muhammad Khatib Shalat Id di Masjid Raya

Guru Besar UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad SH, akan bertindak

Rusjdi Ali Muhammad Khatib Shalat Id di Masjid Raya
Rusjdi Ali Muhammad

* Imamnya Syeikh dari Mesir
* 60 Tim Meriahkan Pawai Takbir

BANDA ACEH - Guru Besar UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad SH, akan bertindak sebagai khatib shalat Idul Fitri 1439 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/6) pukul 07.15 WIB. Sedangkan imamnya, Syeikh Muhamed Salem Ismael Mohamed dari Mesir, hafiz yang selama Ramadhan ini juga mengimami shalat Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman (MRB).

Kepala Biro Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh, Zahrol Fajri MA, selaku Panitia Penyelenggara Peringatan Hari-hari Besar Islam (P3HBI) menyampaikan hal itu kepada Serambi, Minggu (10/6). Ia berharap, jamaah sudah tiba di MRB paling telat sekitar pukul 07.00 WIB. Untuk jamaah, selain di dalam masjid dan pekarangan masjid di bawah payung, juga dipersiapkan saf di jalan sebelah timur masjid hingga ke Toko Sinbun Sibreh.

“Oleh karena itu, jalan tersebut ditutup untuk kendaraan. Jika masih awal, jamaah yang datang naik mobil atau sepeda motor dari arah Simpang Surabaya bisa jalan terus melewati Jalan Mohd Jam untuk parkir di basement sebelah selatan. Sedangkan yang datang dari arah Simpang Lima, bisa parkir di basement sebelah utara,” kata Zahrol Fajri.

Khusus jamaah yang parkir kendaraannya tak muat lagi di basement masjid, Zahrol juga memastikan tak perlu khawatir karena panitia sudah menyiapkan lokasi parkir yang luas. Di antaranya di sebelah utara mulai di Jalan Diponegoro hingga halaman Hotel Lading.

Begitu juga di sebelah selatan, mulai dari halaman Barata Mal, bekas Hotel Aceh, halaman Gedung DPRK, Balai Kota, dan halaman Kanwil Kemenag Aceh. Begitu juga di Jalan STA Mahmudyah Simpang Kodim hingga dekat Pendopo Gubernur, juga jadi lokasi parkir kendaraan jamaah.

Sedangkan sebelumnya pada malam hari atau Kamis (14/6) seusai shalat Isya, kata Zahrol Fajri, seperti biasa P3HBI Aceh juga menggelar pawai takbir jalan kaki diikuti 60 tim terdiri atas remaja masjid/meunasah/ormas Islam se-Aceh.

Jumlah peserta setiap regu 30-40 remaja putra. “Untuk pembaca takbir/syeikh (qari) belum pernah juara I MTQ di tingkat nasional, provinsi, bahkan kabupaten/kota. Setiap regu dapat membawa barner (spanduk), gendang, beduk, rebana, asesoris, dan perlengkapan lainnya,” katanya.

Zahrol menambahkan setelah kembali ke titik finis di luar pagar sebelah timur Masjid Raya Baiturrahman, dewan juri akan mengumumkan enam tim yang meraih juara, yaitu juara I mendapat uang pembinaan Rp 10 juta plus piala bergilir, juara II Rp 8 juta, juara III Rp 6 juta, harapan I Rp 5 juta, harapan II Rp 4 juta, dan harapan III Rp 3 juta.

“Aspek penilaiannya adalah adab dan pakaian, yaitu jumlah peserta, kerapian barisan. Aksesori atau perlengkapan berupa beduk/rebana, spanduk, dan lain-lain, termasuk kendaraan hias, namun tidak menyertakan kendaraan berbadan besar, seperti tronton. Bacaan takbir (tajwid, fashahah, suara, dan lagu,” Zahrol.

Adapun rute pawai itu adalah start depan Masjid Raya Baiturrahman-belok kanan-Jalan Diponegoro-belok kiri-Jembatan Pante Pirak-Simpang Lima-Jalan Tgk Daud Beureueh-Simpang Jambo Tape-belok kiri-Jalan Syaih Kuala-belok kiri-Jalan Pocut Baren-Simpang Methodist-Jalan TP Polem-Simpang Lima-Jembatan Pante Pirak-Jalan STA Mahmudsyah-Simpang Kodim-belok kanan-Halaman Masjid Raya (finish).

Sedangkan pawai pakai mobil yang tanpa diperlombakan, rutenya start depan Masjid Raya Baiturrahman-belok kanan-Jalan Diponegoro-belok kanan-Jalan STA Mahmudsyah-Simpang Kodim-Pendopo Gubernur-Simpang Jam-Jalan Teuku Umar-Simpang Tiga-Jalan Cut Nyak Dhien-Simpang Dodik-belok kiri-Jalan Soekarno Hatta-belok kiri-Jalan Sudirman-Simpang Tiga- Jalan Teuku Umar-Simpang Jam-belok kanan-Pendopo Gubernur-Simpang Kodim-Masjid Raya (finish). (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved