Anies-Sandi Disoraki Saat Temui Jokowi, Mantan Kasum TNI: Rupanya Seperti Itu yang Ngaku Pancasilais
Sorakan tersebut ia dapat saat akan bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (15/6/2018)
SERAMBINEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno disoraki warga saat tiba di Istana Kepresidenan Bogor.
Sorakan tersebut ia dapat saat akan bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo, Jumat (15/6/2018).
Anies mengaku jika ia disoraki oleh sejumlah orang yang memakai seragam.
Namun ia tidak mengetahui jelas siapa orang tersebut.
Baca: Silaturahmi dengan Presiden Jokowi, Anies Baswedan Disoraki di Istana Bogor, Begini Reaksinya
"Oh iya tadi saya melihat banyak warga berseragam saya tidak mengetahui seragam apa tuh," ujar Anies ditemui di rumah dinas Wakil Presiden, dilansir Tribunwow.com dari Tribunnews.
Menanggapi hal tersebut, Mantan Kepala Staf Umum TNI dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo turut berkomentar.
Melalui akun Twitter-nya, @marierteman, Suryo Prabowo menyebutkan kelakuan para tamu yang mengaku pancasilais.
Ia juga mentautkan berita yang menyebutkan bahwa menurut Anies, penyorak dirinya di Open House Istana Bogor adalah orang berseragam.
Baca: Gugatan Terhadap Anies soal Pidato Pribumi Ditolak Hakim, Gubernur Jakarta: Alhamdulillah
Suryo Prabowo juga menulis akun Twitter Joko Widodo, Kementerian Sekretariat Negara RI, Sekretariat Kabinet RI, Kantor Staf Presiden, Pusat Penerangan TNI, serta relawan Jokowi centre.
"Rupanya seperti toh .....
kelakuan para tamu yang mengaku PANCASILAIS, Berbhinneka Tunggal Ika dan melabeli kelompoknya dengan jargon Demokratis @jokowi @KemensetnegRI @setkabgoid @KSPgoid @Puspen_TNI @RJCKornas," tulis Suryo Prabowo.
Sementara itu, Anies Baswedan mengaku sorakan tersebut sudah biasa baginya.
Bahkan, dia mengaku, sempat menyalami satu per satu orang yang menyorakinya.
Baca: Beredar Surat Tertibkan Atribut #2019GantiPresiden, Mantan Wakasad: Lebih Seram Dari Kaos Palu Arit
"Tetapi buat saya sih biasa saja. Malah saya salamin satu-satu saya salamin," kata dia.
Semula, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengaku tidak ingin mengingat insiden itu.
Namun, terpaksa dia mengingat kembali karena ditanya awak media pada saat open house di kediaman Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.