“Belum Memberi Keuntungan untuk Pertumbuhan Ekonomi Aceh”

PENASIHAT Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Perbankan, Adnan Ganto MBA menilai pertumbuhan penyaluran kredit Bank Aceh

“Belum Memberi Keuntungan untuk Pertumbuhan Ekonomi Aceh”
ist
ADNAN GANTO, Penasihat Gubernur Aceh Bidang Perbankan

PENASIHAT Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Perbankan, Adnan Ganto MBA menilai pertumbuhan penyaluran kredit Bank Aceh Syariah Tahun 2017 sebesar 5 persen atau dari Rp 12,2 triliun menjadi Rp 12,8 triliun sangat tidak seimbang dengan penghimpunan dana pihak ketiga yang tumbuh 28 persen, dari Rp 14,4 triliun menjadi Rp 18,5 triliun.

Selain itu, kata Adnan, penyaluran kredit Bank Aceh Syariah per 31 Desember 2017 senilai Rp 12,8 triliun namun yang disalurkan untuk sektor produktif hanya Rp 1,34 triliun atau baru 10,42 persen. Sedangkan untuk sektor konsumtif Rp 11,51 triliun atau mencapai 89,58 persen.

“Kondisi penyaluran kredit yang demikian itu kurang memberikan keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh dari keberadaan sebuah bank daerah yang diandalkan sebagai agen pembangunan,” kata Adnan Ganto yang hadir pada RUPS PT Bank Aceh Syariah Tahun Buku 2017 di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (25/6).

Terhadap kondisi itu, kata Adnan sangat wajar kalau Guberur Aceh bersama para bupati dan wali kota merekomendasi kepada direksi dan komisaris PT Bank Aceh Syariah agar memperbaiki kembali bisnisplan penyaluran kredit tahun 2018 dengan memperbesar pagu penyaluran kredit untuk sektor produktif.

Adnan Ganto juga menyarankan agar Bank Aceh Syariah merekrut marketing kredit profesional untuk sektor kredit produktif untuk menekan terjadinya kredit macet di sektor produktif yang dibiayai.

Kondisi pertumbuhan yang tidak seimbang antara pengumpulan dana pihak ketiga dengan penyaluran kredit yang sangat besar itu, menurut Adnan Ganto sangat berbahaya. Apabila penyaluran pembiayaan kredit mengalami penurunan secara terus menerus, sementara penerimaan dana pihak ketiganya tumbuh sangat besar akan menimbulkan ongkos atau biaya tinggi yang dikhawatirkan tidak dapat diatasi melalui pendapatan pengelolaan dana.

Kita semua, kata Adnan Ganto, bersyukur karena laba Bank Aceh Syariah pada tahun buku 2017 naik 24,45 persen dari Rp 348 miliar menjadi Rp 433 miliar. Salah satu penyebab karena terjadi efisiensi yang ditandai membaiknya rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO).

Dilihat dari pangsa pasar Bank Aceh Syariah terhadap 35 bank lainnya yang beroperasi di Aceh, kata Adnan Ganto, Bank Aceh Syariah masih dominan dalam penyaluran pembiayaan kreditnya sebesar 38,74 persen atau senilai Rp 12,85 triliun dari kredit yang tersalur di Aceh Rp 33,16 triliun.

Dalam pengarahannya, Adnan Ganto menyampaikan delapan saran dan untuk Bank Aceh Syariah. (Lihat; boks saran untuk Bank Aceh Syariah).(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help