OTT KPK di Aceh

Mendagri: Saya Sering Ingatkan Irwandi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku terkejut begitu mendengar kabar bahwa Gubernur Aceh

Mendagri: Saya Sering Ingatkan Irwandi
TJAHJO KUMOLO, Mendagri 

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku terkejut begitu mendengar kabar bahwa Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ikut dibawa ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Rabu (4/7) siang setelah diperiksa lebih dari lima jam di Mapolda Aceh sejak Selasa (3/7) malam.

“Saya cukup terkejut karena saya sering berkomunikasi dengan beliau dan sering juga saya ingatkan untuk hati-hati terhadap yang berkaitan dengan perencanaan anggaran,” kata Tjahjo saat ditemui di Stasiun Bandung, Rabu kemarin.

Tjahjo sendiri mengaku belum bisa memberi keputusan apa pun karena masih menunggu pernyataan resmi KPK terkait status hukum Irwandi.

“Tapi apa pun sudah OTT, jadi saya menunggu keputusan resmi dari KPK,” ujar Tjahjo Kumolo.

Pernyataan Mendagri itu ia sampaikan kemarin siang, jauh sebelum KPK melalui Wakil Ketuanya, Basaria Pandjaitan, mengumumkan menjelang pukul 23.00 WIB tadi malam bahwa Irwandi resmi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap fee proyek infrastruktur di Bener Meriah yang dibiayai dengan sumber dana otonomi khusus.

Sebelumnya diberitakan, penyidik KPK menangkap sepuluh orang dalam operasi tangkap tangan di sejumlah lokasi di Aceh, Selasa (3/7)sore hingga malam.

Dua di antara orang yang ditangkap KPK itu adalah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Delapan orang lainnya berstatus nonaparatur sipil negara (ASN).

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penangkapan itu terkait dugaan terjadinya transaksi berupa commitment fee. “Diduga sebelumnya telah terjadi transaksi yang melibatkan penyelenggara negara di tingkat provinsi dan salah satu kabupaten di Aceh,” kata Agus, Selasa malam.

Pada Rabu pagi, Irwandi diboyong tim KPK naik pesawat Garuda ke Jakarta. Setiba di Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan kemeja putih yang ia kenakan sejak memimpin rapat persiapan Aceh Marathon International di Sabang, Selasa siang, Irwandi turun seorang diri dari mobil tahanan KPK sekitar pukul 14.04 WIB, Rabu kemarin.

Sembari melempar senyum, Irwandi yang didampingi petugas KPK langsung memasuki gedung dan menuju lantai dua Gedung KPK.

Baru menjelang pukul 23.00 WIB tadi malam statusnya diumumkan resmi sebagai tersangka. Sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (5/7) Irwandi yang terlihat sudah mengenakan kemeja oranye dibawa petugas KPK menuju Mapolres Metro Jakarta Pusat yang terletak di kawasan Salemba. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved