Mendagri Tunjuk Nova Jadi Pj Gubernur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kumolo menetapkan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT

Mendagri Tunjuk Nova Jadi Pj Gubernur
WAKIL Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berbicara dalam konferensi pers terkait status tersangka yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf di Gedung P2K Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (5/7). 

* Pejabat Aceh Dipanggil ke Jakarta

BANDA ACEH - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kumolo menetapkan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Aceh dan Wakil Bupati (Wabup) Bener Meriah, Syarkawi sebagai Pj Bupati Bener Meriah menyusul ditetapkannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Gubernur Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi sebagai tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) dana fee proyek otsus Rp 500 juta yang ditemukan KPK, Selasa (3/7) di Aceh.

Wagub Nova Iriansyah dalam konferensi pers di Unit Kerja Percepatan Pelaksanaan Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh, Kamis (5/7) sore mengatakan, Mendagri Tjahyo Kumolo sudah menandatangani SK Pj Gubernur Aceh. Namun, sampai kemarin Nova belum menerima SK penunjukan dirinya sebagai Penjabat Gubernur Aceh dari Mendagri.

Begitupun, Mendagri telah mengundangnya agar Jumat (6/7) hari ini, ia, Sekda, dan sejumlah pejabat Aceh lainnya untuk datang kantornya. Mendagri akan memberikan arahan kerja di tengah proses hukum yang sedang dijalani Gubernur Irwandi Yusuf.

Karena itu, kata Nova, setiap pertanyaan wartawan mengenai langkah dan kebijakan apa yang akan dia lakukan setelah penahanan sementara dan penetapan Gubernur Irwandi Yusuf sebagai tersangka, belum bisa dia jawab.

Menurut informasi yang ia peroleh, Mendagri akan memberikan arahan kerja kepada Wagub, Sekda, dan pejabat Aceh lainnya, setelah Gubernur Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Rabu malam.

Secara umum, kata Nova, dengan ucapan yang ekstrahati-hati dan sedikit gugup, kebijakan yang dia lakukan adalah menjalankan visi dan misi serta 15 program unggulan Irwandi-Nova, untuk Aceh Hebat.

Contohnya, terkait kegiatan International Marathon yang akan dilaksanakan di Sabang, 29 Juli 2018, tetap akan dilaksanakan. Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, sudah dialokasikan dalam APBA 2018 senilai Rp 10 miliar.

Asisten III Setda Aceh, Kamaruddin Andalah mengtakan, tanpa SK Plt Gubernur dari Mendagri, apabila gubernur sedang dalam menjalani proses hukum, Wagub langsung bisa menjadi pelaksana tugas gubernur. Ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan UUPA serta aturan Permendagri dan lainnya. “SK Plt Gubernur kepada wagub dari Mendagri itu tujuannya untuk menguatkan dasar hukum dalam menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur,” kata Nova, didampingi Asisten II dr Taqwallah, Asisten III Kamarauddin Andalah, Kepala Biro Humas dan Protokol, Rahmat Raden, dua orang jubir, Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani.

Sebagai Wagub Aceh, kata Nova Iriansyah, Pemerintah Aceh saat ini sedang berduka. “Karena itu, kami harus mendoakan agar prosesnya cepat selesai dan bisa kembali melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai gubernur. Kita doakan putusan pengadilannya nanti membebaskannya dari dugaan, tuduhan, dan tuntutan pihak jaksa KPK,” ujar Nova Iriansyah.

Dalam rapim dengan Kepala SKPA kemarin, kata Nova Iriansyah, ia telah memberikan arahan, agar semua pelayanan SKPA kepada masyarakat harus berjalan normal. “Lakukanlah pelayanan dengan baik dan cepat kepada masyarakat,” wejang Nova. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved