Angin Kencang Landa Lhokseumawe

Angin kencang yang disertai hujan lebat melanda kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya

Editor: bakri
Ketua Tagana Lhokseumawe Samsul Bahri, menyaksikan atap teras Balai Pengajian Baitul Hamdi Desa Uteunkot yang rusak akibat tumbang pohon setelah diterjang angin kencang. Foto direkam Senin (9/7). 

* Rumah dan Balai Pengajian Rusak Tertimpa Tower Radio dan Pohon

LHOKSEUMAWE – Angin kencang yang disertai hujan lebat melanda kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada Minggu (8/7) jelang Magrib, mengakibatkan balai pengajian dan satu unit rumah rusak parah karena tertimpa pohon dan tiang tower Radio Citis FM yang patah.

Rumah naas tersebut milik Abbas abdullah (53), warga Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Sedangkan, balai pengajian dan atap terasnya rusak tertimpa pohon jabon yang tumbang adalah Balai Pengajian Baitul Hamidi di Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua.

“Saat kejadian, Abbas Abdullah sedang berwuduk. Sedangkan istrinya berada di kandang sapi, sementara anaknya belum pulang, sehingga ketika pohon kelapa tumbang menimpa rumah korban, tak ada korban jiwa. Tapi, rumah korban rusak parah,” ujar Keuchik Cot Girek Kandang, Tarmizi Thaib kepada Serambi, kemarin.

Direktur Radio Citis FM, Ayi Suntana kepada Serambi menceritakan, saat jelang Magrib kawasannya diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Tiba-tiba tiang tower radio yang berada di samping rumah tumbang, sehingga menimpa atap rumah dan atap balai pengajian.

Disebutkan, panjang tiang tower radio tersebut mencapai 35 meter. Selain tiang patah, empat antena radio juga rusak, menyebabkan wayer internet serta tower ikut terputus. “Jadi untuk sementara, operasional radio terhenti. Untuk itu, kita harap kepada pendengar bersabar menunggu proses perbaikan,” imbau Ayi.

Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri menjelaskan, sesuai hasil pendataan pihaknya, bangunan yang rusak adalah bagian dapur rumah milik Abbas Abdullah di Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua. Dapur tersebut rusak akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang diterjang angin kencang. “Kita sudah mendata dan telah menyalurkan bantuan masa panik,” ucapnya.

Dia melanjutkan, angin kencang juga menumbangkan pohon jabon yang tumbuh dekat Balai Pengajian Baitul Hamidi di Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Ekses kejadian ini, atap teras balai pengajian itu rusak tertimpa pohon yang tumbang tersebut. “Bagian teras hancur, namun balai masih bisa digunakan untuk pengajian,” tukasnya.

Sementara itu, Prakirawati Badan Meteorologi, Klimatologi, da Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, Wiwit Nita Sari STr memaparkan, angin kencang yang disertai hujan dan petir masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Hal ini tidak lepas dengan kondisi sekarang, di mana terdapat pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan hingga membentuk daerah pertemuan angin di Samudera Hindia Barat Aceh, hingga Laut Cina Selatan. “Bahkan, untuk wilayah kita sendiri, terdapatnya belokan angin yang memicu pertumbuhan awan–awan konvektif,” jelasnya.

Ditambah lagi dengan kelembaban (RH) yang tinggi, beber Wiwit, juga mendukung untuk pertumbuhan awan-awan pemicu hujan dan petir. “Untuk kecepatan angin mencapai 20-25 kilometer per jam, jadi masih tergolong kencang. Potensi gelombang juga masih tinggi mencapai 1,75 hingga 2 meter. Jadi, kita imbau masyarakat lebih berhati-hati,” demikian Wiwit.(jaf/bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved