PKA 7

PKA Dipromosi dalam Festival Internasional

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh turut berpartisipasi

PKA Dipromosi dalam Festival Internasional
IST
Salah satu grup tampil pada lomba di Alun-Alun Kota Sigli, Sabtu (30/6/2018). Disparbudpora Pidie menggelar aneka lomba sebagai persiapan menjelang PKA VII di Banda Aceh, Agustus mendatang. 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh turut berpartisipasi dalam even Borobudur International Art & Performance Festival di Taman Lumbini, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 6-8 Juli 2018. Dalam festival internasional memadukan pesona alam dan budaya ini, Disbudpar Aceh ikut mempromosikan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang akan digelar di Banda Aceh, 5-15 Agustus 2018.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Amiruddin melalui Kasi Analisa dan Pengembangan Segmen Pasar, Nurlaila Hamjah, menyampaikan hal ini lewat siaran pers kepada Serambi kemarin. Menurutnya, berbagai promosi Aceh melalui branding pariwisata “The Light of Aceh” mewarnai aktivitas tim promosi di stan daerah ini. Setiap hari acara stan Aceh diramaikan pengunjung, apalagi lokasinya sangat strategis di depan mainstage.

“Kehadiran branding ‘The Light of Aceh’ menjadi bagian untuk memperkenalkan Aceh dengan segala ragam pesona wisata. Promosi itu mulai lewat cenderamata, Calendar of Event (CoE) Aceh 2018, promosi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2018 dari Aceh, dan penayangan TVC. PKA sebagai salah satu top even Aceh 2018 juga menjadi promosi utama yang ditayangkan di stan Aceh,” kata Nurlaila.

Selain itu, kata Nurlaila, wisata Aceh juga dipromosikan melalui stan yang didekorasi khusus bernuansa budaya daerah ini. Menariknya lagi, pada even ini Aceh juga mengikutsertakan tim kesenian diwakili Sanggar Banda Beutari dari Dispaporabud Kota Langsa. Mereka menampilkan tarian Rampoe Aceh pada malam pembukaan, Jumat (6/7), sehingga membuat kagum undangan atas berbagai gerakan mereka yang atraktif dan dinamis.

Tarian Aceh yang menggabungkan Tari Ratoh Jaro, Rapai Geleng, Tarek Pukat, dan beberapa jenis tarian lainnya ini ini tampil setelah kolaborasi seniman etnik antara seniman Hongaria dan Sanggar Kinara Kinari Jateng serta penampilan Dora, seniman Hongaria dan Cristian delegasi Costa Rica.

Dalam even di Magelang, Jawa Tengah itu, Kasi Analisa dan Pengembangan Segmen Pasar Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah, menambahkan pihaknya juga sangat senang karena tim daerah ini tak hanya tampil maksimal melalui tarian Rampoe Aceh, tetapi menurutnya yang tidak kalah menarik, pihaknya juga menghadirkan pelaku industri pariwisata Aceh untuk ‘menjual’ Aceh melalui ragam paket wisata.

“Dengan kehadiran pelaku pariwisata dari Aceh itu, para wisatawan mancanegara bisa lebih mengenal Aceh dan tertarik untuk berkunjung ke daerah Serambi Mekkah karena berbagai daya pikatnya itu,” harap Nurlaila didampingi Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help