Citizen Reporter

Jepang dengan Segala Ketertibannya

LAPORAN kali ini tentang perjalanan saya ke Jepang. Kebetulan saya mendapat rekomendasi dari supervisor

Jepang dengan Segala Ketertibannya
SHARFINA MAULIDAYANTI

OLEH SHARFINA MAULIDAYANTI, kandidat Master Program Studi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor, Penerima beasiswa LPDP RI , Anggota Atjeh Connection Foundation, melaporkan dari Kyoto, Jepang

LAPORAN kali ini tentang perjalanan saya ke Jepang. Kebetulan saya mendapat rekomendasi dari supervisor dan disponsori oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) RI untuk mengikuti sebuah ajang bergengsi, konferensi internasional dan mempertemukan saya dengan peneliti dari berbagai belahan dunia, yaitu “International Institute of Chemical, Biological and Environmental Enginering”.

Forum diskusi ilmiah ini berlangsung dua hari di Kyoto. Perjalanan saya kali ini dimulai dari Kota Osaka dan berakhir di Kota Osaka pula. Setibanya di Kansai International Airpot yang berlokasi di atas pulau buatan sekitar 40 km dari pusat Kota Osaka. kami melanjutkan perjalanan menuju Kyoto naik kereta api. Semua orang tentunya tahu bahwa transportasi di Jepang sangatlah keren dan penuh teknologi canggih.

Kereta yang kami pilih untuk bepergian adalah Haruka, kereta api tercepat aksesnya dari dan ke Kansai International Airport. Kecepatannya 130 km/ jam, sedangkan untuk sampai di Kyoto kami membutuhkan waktu hanya 75 menit.

Banyak hal menakjubkan yang terjadi selama saya di Negeri Matahari Terbit ini. Jepang adalah negara yang sangat rapi, teratur, dan rakyatnya ramah. Setiap pagi saya melihat anak sekolah berbaris di zebra cross untuk menyeberangi jalan. Gang sekecil apa pun ada zebra cross dan lampu stop untuk pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Jadi, jika lampu stop untuk pejalan menyala, maka para pejalan kaki berbaris rapi sesuai urutan kedatangan. Ketika lampu pejalan kaki menyala para pejalan kaki bergegas (buru buru) menyeberang dengan rapi. Sungguh indah pemandangan ini. Tidak ada penyeberangan yang dilakukan warga Jepang di luar zebra cross. Trotoar untuk pejalan kaki juga sangat bagus dan nyaman sehingga membuat saya sebagai pengunjung pun nyaman berjalan kaki untuk bepergian.

Oh ya, Jepang juga menyediakan jalur khusus untuk pesepeda. Jalur ini ada di sepanjang jalan yang bersebelahan dengan jalur pejalan kaki (pedestrian area).

Selanjutnya, jangan khawatir barang Anda hilang di Jepang, sebab barang yang tertinggal atau tercecer pasti akan kembali, sekalipun dompet berisi uang, kartu ATM, atau bahkan kartu kredit. Salah satu dari tim kami mengalami kehilangan dompet dan diaa perkirakan jatuh di sekitar Kota Kyoto saat ia turun dari subway. Sesampai di hotel ia baru menyadari kehilangan dompet, lalu kami bergegas ke police station. Sesampai di sana, ia hanya mengisi lembaran form dan diajukan beberapa pertanyaan. Berapa menit kemudia seorang petugas ke luar membawa dompet tersebut. Konon katanya dompet itu ditemukan oleh petugas kebersihan dan setiap barang yang ditemukan pasti akan diantar ke police station. Saya terpikir, kalau hal itu terjadi di Jakarta atau di bahkan di Medan, bagaimana ya kira-kira nasib dompet itu?

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved