Angin Kencang Masih Jadi Ancaman
Angin kencang disertai gelombang tinggi masih menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi serta diwaspadai
* Hingga 4 Hari ke Depan
BANDA ACEH - Angin kencang disertai gelombang tinggi masih menjadi ancaman serius yang harus diantisipasi serta diwaspadai masyarakat, khususnya nelayan tradisional. Bukan hanya itu, musim kemarau yang masih melanda Aceh dan diprediksi baru normal pada September 2018, juga harus diwaspadai.
Hal tersebut disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad SE, yang dihubungi Serambi Minggu (15/7). “Hal yang harus diantisipasi selalu, angin kencang yang menumbangkan pohon-pohon serta menerbangkan atap-atap rumah. Di samping itu, kebakaran hutan juga sangat berpotensi terjadi di musim kemarau ini. Termasuk tinggi gelombang yang harus diantisipasi, sehingga para nelayan diminta selalu mewaspadainya,” ungkap Zakaria.
Diterangkan, angin kencang diprediksikan masih terjadi 4 sampai 5 hari ke depan. Karena itu, masyarakat diimbau selalu waspada dan tidak berlama-lama berada di sekitar perpohonan yang lapuk dan berumur puluhan tahun dan menghindari area-area terbuka.
Menurutnya, kondisi angin kencang setelah 4 sampai 5 hari ke depan itu akan sedikit jeda dan kemungkinan kembali terjadi dan diperkirakan baru normal September 2018, karena berganti musim.
Sedangkan tinggi gelombang, lanjut Zakaria, di barat selatan Aceh mencapai 1 hingga 3 meter, mulai dari perairan Aceh Jaya sampai Aceh Singkil. Sementara di selatan Pulau Simeulue sampai Pulau Andaman tinggi gelombang bisa mencapai 4 Meter. Begitu juga dengan bagian Samudera Hindia Barat Aceh antara 1-4 meter). “Tinggi gelombang perairan Sabang-Ulee Lheue sekitar 1-3,5 meter. Lalu kapal-kapal penyeberangan tentunya diharapkan bisa melihat kondisi cuaca, sebaiknya di pagi hari,” ungkap Zakaria.
Masih menurut Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad, hal yang juga cukup penting untuk diwaspadai pada musim kemarau ini adalah kebakaran rumah dan hutan. “Di cuaca ekstrem ini, kebakaran sangat rentan. Karena itu kami imbau jangan membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan,” ucapnya.
Zakaria menjelaskan, sepanjang Sabtu (14/7) ada terlihat sekitar 12 titik panas di sejumlah wilayah Aceh, di antaranya di Nagan Raya, Pidie, benar Meriah, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.(mir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zakaria-ahmad-kasi-data-dan-informasi-bmkg-bandara-sim_20171202_102551.jpg)