Kebakaran Landa Pidie
Kebakaran hebat melanda Pidie di dua lokasi. Di Gampong Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur
* Hutan, Rumah, dan Toko Perabot Hangus
SIGLI - Kebakaran hebat melanda Pidie di dua lokasi. Di Gampong Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur, Minggu (15/7) sekitar pukul 04.00 WIB, api membakar satu rumah, satu toko perabot, dan mobil penumpang (mopen) L-300 BL 1858 AN.
Rumah semipermanen berkonstruksi kayu yang terbakar itu milik Razali (43). Letaknya berdempetan dengan usaha perabot milik Faisal (38). Saat kebakaran terjadi usaha perabot itu dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang ke Banda Aceh membesuk anaknya di rumah sakit. Sedangkan Razali bersama lima anaknya yang berada di dalam rumah berhasil ke luar untuk menyelamatkan diri dari jilatan api.
Di Kecamatan Tangse, hutan seluas 2 hektare terbakar di lokasi pemandian Mampre, Dusun Geunie, Gampong Lhok Keutapang, Sabtu (14/7) sekitar pukul 18.30 WIB.
Api diduga berasal dari puntung rokok yang membakar rumput kering. Angin yang bertiup kencang mempercepat kobaran api meluas. Untungnya, kebakaran itu tak sampai membakar pemukiman penduduk. Titik api bahkan padam dengan sendirinya.
Abu Sabar, warga Gampong Tiba Raya, kepada Serambi, Minggu (15/7) menjelaskan, kebakaran itu terjadi menjelang shalat subuh. Angin yang bertiup kencang menyebabkan api membubung tinggi dan menghanguskan usaha perabot milik Faisal.
Api yang membesar itu merembet ke rumah semipermanen yang berkonstruksi kayu milik Razali. Begitu tahu rumahnya terbakar, Razali bersama istrinya langsung memboyong kelima anak mereka ke luar dari rumah.
Akibat kebakaran itu, rumah Razali dan usaha perabot serta minibus L-300 milik Faisal hangus dan rata dengan tanah. “Kita berharap pemkab menempatkan satu mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan sehingga penanganan kasus kebakaran lebih cepat ditangani,” kata Abu Sabar.
Ia sarankan, untuk menghindari terjadinya potensi kebakaran, warga tidak membakar sampah sembarangan, mengingat Aceh saat ini sedang dilanda angin kencang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos kepada Serambi kemarin mengatakan, saat ini di Pasar Beureunuen telah ditempatkan satu mobil pemadam. Tapi, pada kasus kebakaran di Tiba Raya, saat mobil pemadam tiba di lokasi api memang telah membesar. “Jadi, petugas hanya mematikan titik api supaya tidak menjalar ke bangunan lain,” ujarnya.
Kapolres Pidie, AKP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kapolsek Tangse, Iptu Norman Ali, kepada Serambi, Sabtu (14/7) mengungkapkan, hutan seluas 2 hektare di Kecamatan Tangse, Pidie, Sabtu (14/7) sekitar pukul 18.30 WIB, terbakar.
Hutan yang terbakar itu terletak di dekat pemandian Mampreh, Dusun Geunie di kawasan Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse. Polisi menduga, api berasal dari puntung rokok yang dibuang pelintas secara sembarangan.
“Sekitar satu jam lebih api pun padam sendiri setelah rumput kering habis terbakar.“ ujarnya.
Ia jelaskan, kebakaran itu tidak berdampak terhadap permukiman warga karena letaknya jauh dari rumah penduduk. “ Kita imbau warga untuk tidak membakar sampah di hutan maupun di kebun karena sekarang ini Aceh sedang dilanda angin kencang. Jadi, warga jangan membuat kegiatan yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran,” demikian Kapolsek Norman. (naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/melihat-puing-puing-rumah-tempat-usaha-perabot_20180716_091325.jpg)