Bacaleg DPRA 1.338 Orang

Sebanyak 20 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di Aceh mengajukan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRA

Bacaleg DPRA 1.338 Orang
AGUSNI AH, Kadiv Humas KIP Aceh

* Perebutkan 81 Kursi DPRA

BANDA ACEH - Sebanyak 20 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di Aceh mengajukan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRA ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh sebanyak 1.338 orang. Dari total tersebut, Partai Aceh menjadi partai terbanyak yang mengajukan bacaleg, yaitu 93 orang.

Ketua Divisi Hubungan Masyarakat Kelembagaan dan Data Informasi KIP Aceh, Agusni AH, kepada Serambi, Kamis (19/7), mengatakan, 1.338 bacaleg tersebut merupakan nama-nama yang diajukan oleh masing-masing parpol ke KIP sejak tanggal 4-17 Juli lalu.

“Bacaleg itu nantinya akan memperebutkan 81 kursi DPRA pada Pemilu 2019,” katanya kepada Serambi, Kamis (19/7).

Menurut Agusni, pada saat pengajuan bacaleg ke KIP, tidak semua parpol memuat kuota 100 persen untuk partai nasional dan kuota 120 persen untuk partai lokal di setiap daerah pemilihan (dapil). Dari 20 parpol, hanya delapan partai yang bacalegnya mencapai kuota, yaitu Partai Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Demokrat, PA dan PNA.

Berdasarkan Sistem Informasi Pencalonan (SILON) yang dipublikasi di website KIP Aceh disebutkan Partai Aceh mengusung paling banyak bacaleg, yaitu 93 orang untuk mewakili 10 dapil di Aceh. Sedangkan posisi kedua pengusul terbanyak adalah Partai Nanggroe Aceh (PNA) dengan total 90 bacaleg.

Sementara partai yang paling sedikit mengusulkan bacalegnya adalah Partai Berkarya sebanyak 12 orang dan hanya mampu memenuhi 3 dari 10 dapil di seluruh Aceh. Sementara partai kedua terendah adalah Partai Garuda sebanyak 15 orang namun memenuhi semua dapil.

“Itulah data yang masuk ke aplikasi dan hasil verifikasi. Saat parpol mengajukan bacalegnya, petugas akan menyesuaikan data hard kopi dengan data diaplikasi. Itulah jumlahnya semuanya,” kata Agusni.

Selain tidak semua parpol tidak memuat kuota 100 persen/kuota 120 persen, hasil verifikasi terdapat juga tiga partai yang tidak mengusulkan bacalegnya di beberapa dapil, yaitu Partai Berkarya, Partai Darah Aceh (PDA) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Ketua PKPI Aceh, Hendri Yono yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (19/7), menjelaskan, alasan pihaknya tidak mengusulkan bacaleg untuk semua dapil. Pada Pemilu mendatang, PKPI Aceh hanya mengusulkan bacaleg untuk tujuh dari 10 dapil di Aceh dengan menargetkan bisa meraih lima kursi DPRA.

“PKPI pasca-menang di PTUN, jarak antara waktu pendaftaran bacaleg sudah sangat dekat sehingga di beberapa daerah pengurus sudah kewalahan untuk menjaring bacaleg yang potensial dan juga di jajaran kepengurusan sudah duluan pindah ke partai lain,” katanya.

Karena faktor itu, akhirnya pihaknya hanya mampu mengajukan bacaleg untuk tujuh dapil dan tiga dapil lainnya kosong. Yaitu dapil IV (Benar Meriah-Aceh Tengah), dapil V (Gayo Lues-Aceh Tenggara) dan dapil VI (Aceh Timur).

Sedangkan Sekretaris Jenderal DPP PDA, Tengku Razuan menjelaskan, dari 10 dapil hanya dua dapil partainya tidak ikut Pemilu. Yaitu dapil 4 (Benar Meriah-Aceh Tengah) dan dapil VII (Aceh Tamiang-Langsa). “Penyebabnya terkendala dengan upload data di SILON KPU karena terlambatnya masuk berkas para bacaleg di dapil tersebut ke Bapilu DPP. Hasil rapat Bapilu DPP PDA memutuskan untuk mengabaikan dua dapil demi menyelamatkan yang 8 dapil,” katanya.

Sementara dari Partai Berkarya, Serambi tidak berhasil memperoleh alasan dari partai itu. Sebab, handphone ketua partai itu yang sering digunakan tidak aktif saat dihubungi.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved