Viral Medsos

VIRAL VIDEO Jenazah Imam Samudra Masih Utuh Adalah Hoax, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Mabes Polri beberkan fakta sebenarnya terkait video viral yang tengah beredar dan memastikan bahwa berita tersebut bohong atau hoax.

Editor: Faisal Zamzami
capture video

SERAMBINEWS.COM - Sosok yang sempat dikira sebagai jenazah pelaku bom Bali 1, Imam Samudra yang masih utuh terkuak.

Mabes Polri beberkan fakta sebenarnya terkait video viral yang tengah beredar dan memastikan bahwa berita tersebut bohong atau hoax.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sosok tersebut terbungkus kain putih dan plastik.

Banyak orang berkerumun untuk mengambil fotonya.

Sekerumunan orang tersebut menangis dan ada yang beberapa kali berteriak "Allahuakbar!"

Baca: Penerimaan CPNS 2018 Mencapai 80 Ribu Untuk Guru Sekolah, di Aceh Tergantung Ini

Baca: VIRAL VIDEO Jenazah Dibawa Berbonceng 3 dengan Sepeda Motor, Ini yang Terjadi Usai Distop Polisi

Dikutib dari Tribunnews.com, Mabes Polri mengonfirmasi bahwa video yang viral tentang jenazah pelaku bom Bali I, Imam Samudra, masih utuh meski telah dimakamkan adalah kabar bohong atau hoax.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan jenazah dalam video tersebut merupakan napi teroris Rutan Gunung Sindur yang bernama Yaser bin Thamrin.

"Ini video dari Yaser bin Thamrin, napiter di Gunung Sindur," ujar Iqbal, dalam keterangan rilisnya, Senin (23/7/2018).

Diketahui, Yaser menghembuskan nafas terakhir di RSUD Tangerang Selatan, Selasa (17/7/2018), pukul 19.45 WIB.

Baca: Terserang Kelainan Genetik Langka, Kulit Penduduk Desa Ini tak Boleh Terpapar Sinar Matahari

Baca: Kasus Kekerasan ketika Pacaran, Sosiolog Unpad: Rasa Saling Memiliki Dapat Memicu Pertengkaran

Iqbal menceritakan kronologis proses meninggalnya pria yang disebut sebagai Imam Samudra dalam video viral tersebut.

Ia mengatakan yang bersangkutan sempat mengeluh muntah dan perut terasa panas, serta lemas, pada 26 Juni 2018.

Tim medis pun memberikan obat bagi Yaser.

Seminggu berselang, Yaser kembali mengeluhkan rasa sakitnya di perut.

"Pada 4 Juli 2018, pukul 10.39 WIB, tahanan tersebut mengeluh keram di bagian perut dan muntah. Tensi darah 90/60. Perawat memberi obat dan selanjutnya diet bubur," kata mantan Kapolrestabes Surabaya itu.

Baca: BREAKING NEWS - Kompleks Rindam IM Mata Ie Dikepung Api

Baca: Uji Baca Alquran 80 Bacaleg di Masjid Al-Falah Sigli Tertunda Dua Jam

Yaser kembali merasakan perutnya sakit sepekan setelahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved