KIP Coret Puteh dari Balon DPD

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mencoret nama Abdullah Puteh dari daftar bakal calon (balon) anggota

KIP Coret Puteh dari Balon DPD
SERAMBITV.COM
Abdullah Puteh 

* Dua Bacaleg DPR RI juga Dicoret

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mencoret nama Abdullah Puteh dari daftar bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Aceh. Mantan gubernur Aceh itu dicoret lantaran melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang melarang koruptor menjadi calon senator.

Anggota KIP Aceh, Agusni AH kepada Serambi, Rabu (25/7), mengatakan, Puteh dicoret dari pencalonan karena pernah terlibat tindak pidana korupsi. “Berkasnya sudah kita kembalikan kepada legal officer (LO)-nya pada hari Senin, 23 Juli 2018,” katanya.

Menurut Agusni, dalam Bab VII Pasal 60 ayat (1) huruf (j) PKPU Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD disebutkan bahwa ‘Balon anggota DPD bukan mantan bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi.”

Tapi, berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrach), Abdullah Puteh pernah dipenjara di Rutan Salemba, Jakarta karena terjerat kasus korupsi pembelian dua helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar pada tahun 2004.

Terkait pencoretan dari bursa balon DPD RI oleh KIP Aceh, hingga tadi malam Puteh belum memberikan penjelasan. Serambi sudah berupaya menghubungi nomor handphone (Hp) yang biasa digunakan Abdullah Puteh, tapi tidak diangkat meski tersambung.

Informasi yang diperoleh Serambi, akibat pencoretan tersebut, Puteh sudah mengajukan gugatan ke Panwaslih Aceh. Hal itu diakui anggota Panwaslih Aceh, Marini. “Sudah memasukkan permohonan penyelesaian sengketa, tapi belum teregister karena ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Besok (hari ini-red) rencananya didaftarkan lagi,” ungkap Marini.

Selain Abdullah Puteh, dua bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI asal Aceh dari mantan napi kasus korupsi juga dicoret oleh KPU RI karena melanggar PKPU Nomor 20 Tahun 2018. KPU sudah mengembalikan berkas kedua bacaleg itu ke masing-masing partai politik (parpol) yang mendaftarkannya.

Sebelumnya, anggota KPU RI Wahyu Setiawan mengungkapkan, KPU menemukan lima eks napi korupsi yang terdaftar sebagai bacaleg. Namun, Wahyu tidak membeberkan nama bacaleg tersebut. Dia hanya menyebutkan daerah pemilihan (dapil) masing-masing bacaleg, salah satunya dari Aceh II.

“Dari dapil Aceh II ada 2 orang, Sulawesi Tenggara 1 orang, Bangka Belitung 1 orang, dan Jawa Tengah VI 1 orang,” ujar Wahyu, di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7). Dapil Aceh II meliputi Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Namun Serambi belum memperoleh informasi nama kedua bacaleg tersebut. Tapi, sebelumnya KPU pernah mengungkapkan bahwa Golkar ada mengajukan dua bacaleg DPR RI dari mantan koruptor, salah satunya berasal dari Aceh.
Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), juga ada mantan napi kasus korupsi yang terdaftar sebagai bacaleg DPRK setempat. Sepertinya, bacaleg tersebut lolos dari verifikasi administrasi KIP setempat, sehingga diberi kesempatan mengikuti uji mampu baca Alquran.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, setidaknya ada dua mantan napi korupsi yang didaftarkan dua parpol sebagai bacaleg DPRK Abdya, padahal KPU sudah melarangnya.

Sumber di KIP Abdya menyebutkan, partai politik (parpol) yang mengajukan bacaleg dari mantan napi korupsi tersebut sudah disurati untuk mengganti dengan nama lain. Tapi, kedua bacaleg itu masih dipertahankan sampai mengikuti uji baca Alquran dengan alasan parpol yang mendaftar masih menunggu putusan MK.

Sementara KIP tetap mengacu pada ketentuan KPU yang melarang mantan napi kasus korupsi sebagai bacaleg. “Itu berarti KIP memastikan bahwa bacaleg dari mantan napi korupsi tidak akan masuk daftar calon sementara (DCS), meski yang bersangkutan sudah ikut dan lulus uji baca Alquran,” kata sumber di KIP Abdya.(mas/dan/nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved