Nova Hadiri Pertemuan dengan Pimpinan DPRA

Para pimpinan DPRA, termasuk para ketua fraksi dan komisi menggelar pertemuan dengan Plt Gubernur Aceh

Nova Hadiri Pertemuan dengan Pimpinan DPRA
IST
Ketua DPRA, Tgk Muharuddin bersama Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda berbicara usai skorsing paripurna istimewa terhadap hak interpelasi DPRA di gedung utama DPRA, Senin (2/7/2018). 

* Plt Gubernur: Untuk Cairkan Kebekuan

BANDA ACEH - Para pimpinan DPRA, termasuk para ketua fraksi dan komisi menggelar pertemuan dengan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah di ruang kerja Ketua DPRA, Banda Aceh, Kamis (26/7). Menurut Nova, kehadirannya dalam pertemuan itu memenuhi undangan Ketua DPRA, Tgk Muharuddin, untuk coffe morning guna mencairkan kebekuan hubungan antara eksekutif dan legislatif selama ini.

“Setelah Pemerintah Aceh mempergubkan APBA 2018 pada bulan Maret lalu, hubungan eksekutif dengan legislatif jadi kurang harmonis. Dengan pertemuan ini, kita harapkan kebekuan yang terjadi selama ini bisa cair kembali,” kata Nova Iriansyah didampingi Ketua Fraksi Partai Demokrat H T Ibrahim kepada Serambi seusai pertemuan tersebut. Seperti diketahui, dulu Irwandi Yusuf mempergubkan APBA 2018 dan saat ini Irwandi berstatus Gubernur nonaktif pasca-ditahan KPK atas kasus dugaan suap.

Nova mengakui dalam undangan Ketua DPRA itu, dirinya memang diminta datang sendiri tanpa didampingi sembilan Anggota Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk membicarakan beberapa hal. Antara lain, masalah pertanggungjawaban pelaksanaan APBA 2017, rencana pelaksanaan perubahan Pergub APBA 2018, pembahasan bersama dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) 2019 senilai Rp 15,7 triliun yang sudah diserahkan pihak eksekutif ke Sekretariat DPRA, 12 Juli 2018.

Dalam pertemuan itu, kata Nova Iriansyah, Ketua DPRA mempertanyakan kapan ada waktu dirinya bisa hadir dalam sidang paripurna pelaksanaan penyerahan dokumen KUA dan PPAS 2019 secara resmi. Karena, menurut DPRA, dokumen itu sebelum dijadwalkan pembahasan bersama dengan pihak eksekutif, terlebih dahulu harus diserahkan secara resmi dari Gubernur kepada Ketua DPRA dalam sidang paripurna istimewa dewan. Hal ini sesuai tatib DPRA, meski sebelumnya penyerahan untuk diadministrasikan sudah diserahkan pada 12 Juli 2018. Menanggapi permintaan ini, Nova mengatakan dirinya dalam dua pekan ini mulai 26 Juli hingga 5 Agustus berada di Aceh, sehingga di antara rentang waktu itu siap menghadiri undangan DPRA tersebut.

Dikonfirmasi Serambi secara terpisah, Ketua DPRA Tgk Muharuddin, juga menyampaikan pernyataan yang pada intinya sama seperti disampaikan Nova Iriansyah, soal tujuan dan apa saja yang mereka bahas dalam pertemuan kemarin. Utuk jadwal sidang paripurna penyerahan dokumen KUA dan PPAS 2019 dari Plt Gubernur kepada Ketua DPRA, menurut Muharuddin harus dilakukan sebelum 5 Agustus 2018. Pasalnya pada 5 Agustus 2018, bertepatan pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V pada malam hari yang rencananya akan dibuka Presiden Jokowi. Sebelumnya pada hari yang sama, Jokowi direncanakan juga akan melakukan groundbrieking atau pemancangan tiang pertama proyek jalan tol Aceh ruas Sigli-Banda Aceh di kawasan Blangbintang, Aceh Besar.

“Sidang paripurna itu harus segera dilakukan. Maksud dan tujuan agar pembahasan dokumen KUA dan PPAS 2019 bisa segera dilaksanakan pada pertengahan Agustus 2018,” kata Muharuddin. Apalagi, menurutnya dalam dalam pertemuan kemarin, Nova juga setuju RAPBA 2019 diqanunkan. Muharuddin menambahkan pihaknya selama ini juga sedang fokus menyelesaikan pembahasan 17 raqan prioritas 2018 dan beberapa di antaranya harus diqanunkan sebelum akhir 2018. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help