Gerhana Bulan Tertutup Awan  

Fenomena gerhana bulan pada Sabtu (28/7) dini hari tidak bisa dilihat oleh warga Aceh dan sekitarnya karena tertutup awan

Gerhana Bulan Tertutup Awan   
Umat Islam melaksanakan Shalat Gerhana di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (28/7/2018) dinihari. Hingga pukul 4.30 Wib, gerhana bulan total di kawasan Banda Aceh tak terlihat akibat tertutup awan. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Fenomena gerhana bulan pada Sabtu (28/7) dini hari tidak bisa dilihat oleh warga Aceh dan sekitarnya karena tertutup awan, bahkan di beberapa wilayah dilingkupi mendung tebal disertai hujan. Padahal di sejumlah titik sudah disediakan teleskop untuk memantau fenomena langka tersebut.

Amatan Serambi, Sabtu dini hari di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Tim Falakiyah Kemenag Aceh sudah menyiapkan dua teleskop untuk menantau bulan yang dapat digunakan oleh pengunjung. Seharusnya ada delapan teleskop yang disiapkan, karena hujan hanya dua yang disiagakan.

Sejak pukul 00.00 WIB, puluhan pengunjung sudah berkumpul, baik dari kalangan mahasiswa, pegawai Kemenag, pegiat astronomi, jurnalis maupun masyarakat umum. Karena gerhana bulan tak kunjung terlihat, pengunjung hanya menonton tayangan melalui layar tancap yang menyiarkan siaran langsung gerhana bulan yang terlihat di Afrika Selatan.

Kepala Bidang Uruan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, Drs Hamdan MA mengatakan, Kanwil Kemenag Aceh bersama Tim Falakiyahnya sudah menurunkan teleskop supaya dapat digunakan oleh masyarakat untuk melihat gerhana bulan. Namun sayangnya, gerhana tidak terlihat karena tertutup awan.

Ia merincikan, Kanwil Kemenag Aceh menetapkan sejumlah titik di Aceh untuk pemantauan gerhana bulan tersebut. Selain di Banda Aceh, pemantauan juga ada di Sabang, Meulaboh, Lhokseumawe, Lhoksukon, dan Sinabang. Namun malam kemarin, hanya pemantauan di Lhokseumawe yang sempat terlihat fenomena gerhana tersebut.

Selain melakukan pemantauan di sejumlah titik, Kanwil Kemenag Aceh juga melaksanakan shalat khusuf di sejumlah daerah termasuk di Kanwil Kemenag Aceh. Bahkan sudah disebarkan imbauan kepada masyarakat supaya dilakanakan shalat khusuf saat terjadinya gerhana.

Di Meulaboh, Aceh Barat, hujan lebat melanda wilayah itu sejak Jumat (27/7) malam sekira pukul 23.00 WIB hingga Sabtu dini hari. Akibatnya erhana bulan total tidak terlihat di seluruh wilayah tersebut.

Informasi diperoleh Serambi, warga Meulaboh awalnya sangat antusias ingin melihat fenomena alam yang terbilang langka itu. Namun jelang terjadinya gerhana bulan hujan tiba-tiba turun. Bahkan sudah tiga malam terakhir hujan mengguyur kabupaten itu disertai angin kencang.

Beberapa warga Meulaboh mengaku sudah menunggu meski tidak didukung peralatan khusus. “Ya, apa boleh buat, hujan yang sangat lebat tidak bisa menyaksikan fenomena alam yang sangat dinantikan itu,” kata Rahman, warga Meulaboh.

Sejumlah masjid di Aceh Barat pada Sabtu dini hari melaksanakan shalat khusuf, di antaranya Masjid Agung Baitul Makmur dan Masjid Nurul Huda Meulaboh.

Di Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue gerhana bulan total yang terjadi pada Sabtu (28/7) dini hari tidak begitu jelas terlihat karena mendung. Pantauan Serambi di lapangan sejak pukul 00:30 WIB tidak terjadi fenomena gelombang pasang.(mun/riz/sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help