Breaking News

UPDATE - Tongkang Pengangkut Batubara Terbelah Dua, Terpisah Hingga 200 Meter

Hingga Selasa (31/7/2018) sore, kapal yang telah terbelah dua itu masih terombang ambing dihantam ombak.

Penulis: M Anshar | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Anak-anak, Selasa (31/7/2018) sore, melihat tongkang yang terdampar di pantai Ujong Kareung - Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Senin (30/7/2018) dinihari. Tongkang tersebut patah dua setelah menghantam karang. Kedua bagian tongkang itu terpisah hingga sejauh 200 meter. 

Laporan M Anshar | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JANTHO – Satu kapal tongkang pengangkut batubara, terdampar ke pantai Ujong Kareung - Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Senin (30/7/2018) dinihari.

Hingga Selasa (31/7/2018) sore, kapal yang telah terbelah dua itu masih berada di kawasan dekat pantai tersebut.

Kedua bagian kapal tersebut terpisah hingga sekitar 200 meter, akibat terseret arus.

Amatan Serambinews.com yang melihat dari dekat tongkang tersebut mengalami kerusakan parah.

Patahan terjadi tepat di bagian tengah hingga kapal terbelah dua.

(Baca: BREAKING NEWS - Tongkang Pengangkut Batubara Patah Dua dan Terdampar di Lampuuk)

(Baca: Tongkang PT Mifa Tenggelam)

Tongkang pengangkut batubara patah dua setelah dihantam badai di perairan Lhoknga, Aceh Besar, Senin (30/7/2018).

Tongkang pengangkut batubara patah dua setelah dihantam badai di perairan Lhoknga,

Aceh Besar, Senin (30/7/2018). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Sementara itu pada salah satu bagian yang patah masih terlihat tumpukan batu bara yang belum tumpah ke laut.

Namun meski telah dipoliceline, sejumlah warga terutama anak-anak tetap mendekati kapal saat air laut surut. 

Menurut warga setempat, Sapri (43), pagi tadi sejumlah pihak terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, polisi, dan petugas Lafarge Cement telah melihat langsung kondisi tongkang.

Mereka juga sempat membawa beberapa sampel biota laut yang mati pascaterdamparnya tongkang itu.

Berbagai jenis hewan laut mati di antara bautbara yang terdampar ke pantai Lampuuk, Senin (30/7/2018).

Berbagai jenis hewan laut mati di antara bautbara yang terdampar ke pantai Lampuuk,

Senin (30/7/2018). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Diberitakan sebelumnya, sebagian dari batubara muatan tongkang itu tumpah ke laut dan kemudian terseret ke pantai bersama sejumlah hewan laut yang telah mati.

Hewan-hewan ini, seperti kepiting, bintang laut, serta belut dan ular laut, diduga mati akibat hawa panas dari batubara.

Hal ini bisa terlihat dari warna binatang laut tersebut yang telah berubah menjadi merah seperti terbakar.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved