Jenazah TKW asal Tamiang Tiba di Aceh

Jenazah Mega Wati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh Tamiang, tadi malam sekitar pukul 21.15 WIB tiba di Terminal

Jenazah TKW asal Tamiang Tiba di Aceh
IST
TKW asal Seunuddon, Aceh Utara bersama dua anaknya bersyukur bisa pulang dari Malaysia. 

BANDA ACEH - Jenazah Mega Wati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Aceh Tamiang, tadi malam sekitar pukul 21.15 WIB tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar. Sebelumnya, jenazah perempuan asal Dusun Titi Baru, Kampung Matang Tepah, Kec. Bendahara, Aceh Tamiang itu dijadwalkan tiba pada Rabu (1/8) pukul 09.00 WIB. Tapi, tertunda karena kargo dari Kuala Lumpur, Malaysia, penuh. Sehingga baru hari ini (kemarin-red) dipulangkan.

Untuk diketahui, Mega Wati merupakan korban kecelakaan kapal di Laut Malaysia, Sabtu (28/7) pukul 11.15 waktu setempat. Jenazah Mega diterbangkan dari Kuala Lumpur dan tiba di Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian dilanjutkan ke Banda Aceh sekitar pukul 18.00 WIB dan tiba di Bandara SIM sekitar pukul 21.15 WIB. Selanjutanya jenazah langsung dibawa ke rumahnya di Aceh Tamiang.

“Korban merupakan tenaga kerja unprocedural yang berangkat melalui Batam,” ujar Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Aceh, Jaka Prasetiyono, kepada wartawan di Terminal Kargo Bandara SIM, tadi malam.

Sebelumnya, ditemukan tiga jenazah korban kecelakaan kapal di Malaysia dan salah satunya adalah Mega Wati. “Menurut laporan dari KJRI Johor Baru, hingga 30 Juli 2018, enam korban sudah ditemukan,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Jaka mengatakan, sepanjang 2018 sebanyak enam TKI meninggal dunia, delapan sakit, dan 23 orang lainnya bermasalah. Menurutnya, sangat tak dianjurkan untuk bekerja keluar negeri sebagai TKI, terlebih bila melalui jalur ilegal (unprocedural).

Bila ingin menjadi TKI, tambah Jaka, sebaiknya melalui jalur legal atau prosedur yang sudah diatur pemerintah. Sehingga pekerja aman dan nyaman, begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved