Mandi di Sungai Tamiang, Tiga Remaja Putri Selamat dari Maut, Satu Hanyut Terserat Arus

Tim SAR Aceh Tamiang bersama warga sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban.

Mandi di Sungai Tamiang, Tiga Remaja Putri Selamat dari Maut, Satu Hanyut Terserat Arus
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Ilustrasi 

Laporan Muhammad Nasir | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Empat remaja putri usia 12 tahun yang sedang mandi di lokasi pendaratan ikan Kampoang Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang terserat arus Sungai Tamiang.

Tiga berhasil diselamatkan warga, sementara seorang lagi, Keysa (12) juga warga setempat sampai saat ini belum ditemukan, Kamis (2/8/2018).

Tim SAR Aceh Tamiang bersama warga sampai saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban.

Camat Bendahara, Ibnu Hajar kepada Serambinews.com, Kamis (2/8/2018) mengatakan, musibah ini bermula ketika enam remaja putri warga  Kampong Kuala Penaga yang rata-rata berusia 12 tahun itu, sekira pukul 15.00 WIB duduk-duduk di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di desa itu.

Setengah jam kemudian empat orang diantaranya turun ke sungai untuk mandi, sementara dua remaja lagi tetap duduk di TPI menonton rekannya yang mandi.

Ketika keempat remaja ini turun ke sungai untuk mandi, mereka langsung tenggelam dan terseret arus padahal mereka diinformasikan dapat berenang.

Baca: Seharusnya Tak Ada Lagi yang Terseret Arus

Dua rekannya yang duduk di TPI melihat temannya timbul tenggelam, langsung berteriak dan meminta pertolongan warga yang ada di sekitar TPI.

Teriakan itu didengar Azwan (37), seorang pedagang kepiting juga warga setempat yang secara kebetulan berada dekat lokasi.

Azwan pun langsung bergegas menceburkan diri ke sungai memberikan pertolongan kepada empat remaja putri ini.

Baca: Dua Pengunjung Terseret Arus  

Tiga diantaranya dapat terselematkan sementara satu remaja putri Keysa tidak berhasil terselamatkan.

Dan sampai saat ini warga bersama SAR, Babinsa dan Babinkamtibmas masih melakukan pencaraian terhadap korban menggunakan perahu nelayan setempat.

Sampai saat ini korban belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian dibantu oleh warga setempat dengan menggunakan perahu nelayan setempat. (*)

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help