Puteh Bisa Mencalon Lagi

Bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Ir Abdullah Puteh MSi akhirnya bisa kembali mencalonkan diri

Puteh Bisa Mencalon Lagi
SERAMBITV.COM
Abdullah Puteh 

* Panwaslih Aceh Batalkan Keputusan KIP Aceh

BANDA ACEH - Bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Ir Abdullah Puteh MSi akhirnya bisa kembali mencalonkan diri sebagai peserta Pemilu 2019 setelah gugatannya terhadap Keputusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dikabulkan oleh Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh.

Putusan Nomor 001/PS/Bawaslu-Prov-Ac/VII/2018 itu dibacakan Ketua Majelis Sidang, Zuraida Alwi didampingi Faizah, Marini, Nyak Arief Fadhillah Syah, dan Fahrul Rizha Yusuf serta Sekretaris Majelis Pemeriksa, Mahindren dalam sidang ajudikasi permohonan penyelesaian sengketa pemilu di kantor itu, Banda Aceh, Kamis (9/8).

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya. Membatalkan Berita Acara KIP Aceh Nomor 152/PL.01.4-BA/11/Prov/VII/2018 tentang Hasil Verifikasi Keabsahan Dokumen Syarat Bakal Calon Perseorangan Peserta Pemilihan Umum Anggota DPD tahun 2019,” baca Zuraida di depan sidang yang tidak dihadiri Komisioner KIP selaku termohon, tapi diwakili oleh dua staf Sekretariat KIP Aceh.

Zuraida juga menyatakan bahwa formulir BB.1-DPD yang dibuat atas nama pemohon sudah memenuhi syarat (MS). “Memerintahkan kepada Komisi Independen Pemilihan Aceh untuk melaksanakan putusan ini paling lambat tiga hari kerja sejak putusan ini dibacakan,” demikian putusan Panwaslih.

Sebelumnya, KIP Aceh menyatakan Abdullah Puteh tidak memenuhi syarat (TMS) alias dicoret dari pencalonan anggota DPD RI karena melanggar Pasal 60 ayat (1) huruf j dan g Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 14 Tahun 2018 yang melarang mantan narapidana korupsi menjadi senator.

Terhadap keputusan KIP Aceh itu, Panwaslih menyatakan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 42/PUU-XII/2015 dan putusan MK Nomor 51/PUU-XIV/2016 menyatakan mantan narapidana berhak mencalonkan diri dalam pemilu asalkan mau mempublikasikan secara terbuka dan jujur bahwa dirinya pernah dihukum pidana.

Sementara itu, Abdullah Puteh, dalam kasusnya telah menjalani hukuman penjara di Rutan Salemba, Jakarta, sejak 15 Juli 2004 sampai dengan 22 Maret 2013 akibat terjerat kasus korupsi pembelian helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar pada tahun 2004.

Tapi, Abdullah Puteh selaku pemohon pada Senin, 10 Juli 2018 telah mempublikasikan secara terbuka dan jujur bahwa dirinya adalah mantan terpidana. Publikasi yang dilakukan pemohon telah sesuai dengan ketentuan Pasal 182 huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Abdullah Puteh yang didampingi kuasa hukumnya, dan Darwis SH dkk seusai sidang itu langsung melakukan sujud syukur. Dengan suara bergetar, Abdullah Puteh menyatakan bahwa Panwaslih Aceh telah melaksanakan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help