Seorang JCH Aceh Dirawat di RS Arab Saudi

Seorang Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 4 atas nama Juariah asal Kota Langsa

Seorang JCH Aceh Dirawat di RS Arab Saudi
JCH Aceh Kloter 1 asal Pidie menaiki pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (4/8) pagi. 

BANDA ACEH - Seorang Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh kelompok terbang (kloter) 4 atas nama Juariah asal Kota Langsa dirawat di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi, karena terjatuh di kamar mandi saat hendak buang air. Akibatnya, jamaah tersebut diduga mengalami patah tulang sehingga segera dilarikan ke rumah sakit untuk di-rontgen dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs H M Daud Pakeh melalui Kasubbag Protokol, Humas dan Penerangan PPIH Embarkasi Aceh, Rusli kepada Serambi, Kamis (9/8).

“Sekarang masih di Rumah Sakit Arab Saudi, belum ada info lagi dari rumah sakit. Nanti apabila ada perkembangan akan kita beri tahu,” ujarnya.

Ia tambahkan, informasi yang diperoleh dari petugas haji Aceh di Mekkah, kondisi jamaah tersebut stabil, hanya perlu penanganan yang serius apabila ternyata benar mengalami patah tulang.

Selain itu, Rusli juga menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ketua Kloter 5, Zamanhuri bahwa aktivitas jamaah kloter 5 sudah selesai melakukan umrah dan sedang melakukan pengecekan kondisi kesehatan dan kesempurnaan tawaf, sai, dan tahalul.

Dikatakan, pihak dari perlindungan jamaah (linjam) juga menyampaikan jamaah harus berwaspada terhadap keamanan sekitar pemondokan terutama terkait jalur lalu lintas yang dilewati, karena kebiasaan warga setempat membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. Jamaah diimbau memakai identitas baik gelang maupun tanda pengenal lainnya.

Selanjutnya, jamaah selalu menjaga kekompakan saat bepergian dan tidak pergi sendirian, serta tidak membawa uang dalam jumlah besar maupun barang berharga saat keluar dari pemondokan. Jamaah disarankan untuk membawa telepon selular serta nomor telepon atau kartu lokasi hotel atau alamat petugas kloter/sektor/daker saat berpergian .

Kemudian, jamaah hendaknya senantiasa waspada terhadap ajakan orang yang tidak dikenal serta tidak membawa uang yang berlebihan, dan perhiasan yang mencolok perhatian orang asing saat bepergian. Juga perlu memastikan keadaan kamar saat hendak ke luar, seperti listrik, peralatan elektronik, koper, dan pintu kamar haruslah terkunci dengan baik.

Selain itu, ikuti ketentuan standar, jangan memasukkan tamu yang tidak dikenal dan jamaah yang merokok ke pemondokan. Kalau harus merokok, kata Rusli, gunakanlah fasilitas smooking area dan pastikan api pada puntung rokok bekas pakai sudah mati. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help