Elpiji Bersubsidi Langka Lagi di Subulussalam

Kelangkaan gas bukan hanya di perkampungan atau kecamatan terpencil seperti di Sultan Daulat dan Rundeng, tapi juga di pusat kota.

Elpiji Bersubsidi Langka Lagi di Subulussalam
DOK SERAMBINEWS.COM
Warga antre untuk membeli elpiji 3 Kilogram. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Masyarakat Kota Subulussalam kembali kesulitan mendapatkan gas bersubsidi atau gas melon di tengah momen perayaan hari-hari besar seperti Idul Adha 1439 ini.

"Masalah gas 3 kilogram ini sangat memprihatinkan, harga melambung dan langka seperti negeri tak bertuan saja," kata Hasby B Meuraxa, aktivis LSM di Kota Subulussalam kepada Serambinews.com Kamis (23/8/2018).

Menurut Hasby dia menerima banyak keluhan masyarakat terutama kaum ibu terkait sering 'menghilangnya' gas bersubsidi di daerah ini. Hasby pun menyesalkan kondisi tersebut seakan lepas kontrol dari instansi terkait.

"Ini seperti negeri tak bertuan, kontrol yang lemah sehingga gas bersubsidi untuk rakyat sering langka dan kalaupun ada harganya sangat mahal," tambah Hasby.

Richard Muljadi Cucu Konglomerat Isap Kokain Pakai iPhone X dan Gulungan Dollar

Sempat Hilang Kontak Sejak Kemarin, Turis Australia Tiba di Kepulauan Banyak

Berikut Nama-nama Penumpang Boat Pembawa Turis Australia Tujuan Kepulauan Banyak yang Hilang Kontak

Hasby menyebutkan, kelangkaan gas bukan hanya di perkampungan atau kecamatan terpencil seperti di Sultan Daulat dan Rundeng, tapi juga di pusat kota.

Di Kecamatan Rundeng dan Sultan Daulat, menurut Hasby, harga gas melon mencapai Rp 35.000 hingga Rp 40.000. Hal ini dinilai sangat menyengsarakan masyarakat.

Hasby pun meminta peran sigap pemerintah melalui instansi terkait agar keberadaan gas bersubsidi tidak langka apalagi akibat penyalahgunaan.

Hal senada disampaikan Andong Maha, warga Sultan Daulat. Menurut Andong mereka kesulitan menemukan gas bersubsidi, dan kalau pun ada harganya sangat mahal.

Andong biasanya membeli gas bersubsidi senilai Rp 35.000. Padahal harga normal biasa hanya Rp 22.000 -24.000.

Soal kelangkaan gas bersubsidi banyak dikeluhkan warga Subulussalam bahkan memposting di facebook seperti Dewi Delau, Megawati dan lainnya.

Warga memposting di facebook terkait gas bersubsidi menanyakan di mana warung yang ada menyediakan gas terkait.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved