Turis Australia ke Pulau Banyak Hilang Kontak Lebih dari 24 Jam

Boat KM Jaya yang membawa sembilan turis Australia, dari Nias, Sumatera Utara, ke Ujung Lolok

Turis Australia ke Pulau Banyak Hilang Kontak Lebih dari 24 Jam
Kolase Serambinews.com/Dede Rosadi/ist
Kolase foto jembatan penghubung Pulau Balai dengan Teluk Nibung, serta mercusuar di Pulau Rangit, Kecamatan Pulau Banyak Aceh Singkil 

SINGKIL - Boat KM Jaya yang membawa sembilan turis Australia, dari Nias, Sumatera Utara, ke Ujung Lolok, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, sempat hilang kontak lebih dari 24 jam. Kondisi itu cukup mencemaskan keluarga mereka sebab saat itu laut sedang bergolak, tapi akhirnya seluruh penumpang dinyatakan selamat setelah melewati cuaca ekstrem dan ombak besar.

Rombongan turis Negeri Kanguru itu tiba di Ujung Lolok, Rabu (22/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Sedangkan nakhoda dan awak boat KM Jaya telah sampai ke rumahnya di Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Diperoleh informasi bahwa para turis dan awak boat itu diselamatkan oleh pihak keluarga awak boat yang melakukan pencarian di sekitar Pulau Sarang Alu.

“Pada Rabu, 22 Agustus pukul 17.00 WIB, pihak keluarga melakukan pencarian dan ditemukan KM Jaya di Pulau Sarang Alu, Kabupaten Aceh Singkil. Nakhoda dan penumpang ditemukan dalam keadaan selamat. Lalu penumpang dipindahkan ke kapal pihak keluarga dan diantar ke Ujung Lolok,” kata Yudistira, Sekretaris Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak, kepada Serambi, Kamis (23/8).

Boat kayu yang dinakhodai Okta Derita itu berangkat dari Pelabuhan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, menuju Ujung Lolok, Pulau Banyak, Selasa (21/8) pukul 11.00 WIB. Namun, dalam perjalanan di sekitar Sarang Alu, mesin boat itu rusak, sehingga nakhoda memilih lego jangkar. Mereka akhirnya ditemukan oleh keluarga nakhoda kapal yang melakukan pencarian pada Rabu (22/8) sore.

Sebelumnya, KM Jaya hilang kontak sejak Selasa (21/8) sore. Kontak terakhir berdasarkan laporan yang diterima Satgas SAR Kepulauan Banyak, kapten kapal sekitar pukul 14.41 WIB sempat mengirim layanan pesan pendek (sms) kepada Friska, pemilik penginapan di Ujung Lolok bahwa mereka sudah sampai di wilayah Sarang Baung, Nias.

Saat itu Friska mengingatkan agar tidak melanjutkan perjalanan, lebih baik menginap di Sarang Bau saja atau kembali ke Nias untuk menginap di hotel, karena laut dan cuaca sedang tak bersahabat.

Komunikasi kemudian terputus. Pukul 16.00 WIB, Friska menghubungi kapten kapal, tetapi tidak terhubung. Lalu yang bersangkutan menghubungi istri kapten kapal dan mendapatkan informasi bahwa suaminya mengirimkan sms kepada istrinya sekitar pukul 15.30 WIB menginformasikan bahwa mereka bergerak menuju Ujung Lolok.

Sejak saat itulah mulai timbul kekhawatiran, sebab KM Jaya tidak juga tiba di Ujung Lolok hingga lebih dari 24 jam. Biasanya, pelayaran Nias ke Ujung Lolok menggunakan boat hanya butuh waktu tempuh enam jam.

Kesembilan warga negara Australia yang jadi penumpang KM Jaya itu kini sedang menikmati keindahan wisata bahari di Pulau Banyak. Mereka adalah Mal Harvey, Callum Murray, James Munro, Mark Morstead, Tim Skate, Simon Mamnix, Nicholas Skate, Dr Peter Braun, dan Hugh Gilchrist. Seluruhnya stay di penginapan milik Friska di Ujung Lolok.

Sedangkan awak KM Jaya yang terdiri atas Okta Derita (nakhoda), Dulu Zai dan Leli Zebua sudah kembali ke kampungnya di Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil. (de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help