Pejalan Kaki dan Pengendara Sepmor Meninggal Ditabrak

Sepanjang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah di Aceh Timur, sejak Rabu hingga Sabtu (22-25/8) terjadi dua kecelakaan lalu lintas

Pejalan Kaki dan Pengendara Sepmor Meninggal Ditabrak
ist
Petugas Satlantas Polres Galus melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan seorang pejalan kaki yang ditabrak di Palok Blangkejeren.

IDI - Sepanjang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah di Aceh Timur, sejak Rabu hingga Sabtu (22-25/8) terjadi dua kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Aceh Timur yang merenggut dua nyawa. Korban pertama adalah seorang pejalan kaki yang tewas ditabrak pengendara sepeda motor. Korban kedua, seorang pengendara sepmor yang tewas dilindas minibus Jumbo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi dari Polres Aceh Timur, kecelakaan pertama terjadi Rabu (22/8) sekitar pukul 13.00 WIB, di Jalan Medan-Banda Aceh. Tepatnya di Gampong Matang Pineung, Kecamatan Darul Aman Idi Cut, Aceh Timur.

Dalam kecelakaan pada hari pertama Idul Adha itu, Sadam Husin (27), warga Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, Langkat, Sumatera Utara yang sedang berjalan kaki meninggal ditabrak Ramadhan (20), pengemudi sepeda motor (sepmor) Yamaha R15 BL 5584 NAG. Pengemudi sepmor yang merupakan warga Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, itu hanya mengalami luka ringan.

“Pejalan kaki itu meninggal akibat mengalami luka koyak di kepala serta pendarahan di telinga dan hidung,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kasat Lantas Iptu Ritian Handayani, kepada Serambi, Minggu (26/8).

Iptu Ritian juga menjelaskan kronologis kecelakaan itu. Awalnya, Yamaha R15 yang dikendarai Ramadhan melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan dengan kecepatan tinggi. Sedangkan si pejalan kaki melangkah di bahu jalan. Saat melintas di tempat kejadian, pengendara sepmor kebut-kebutan dengan kendaraan lain di jalan.

“Kemudian, pengendara Yamaha R15 tak mampu lagi mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak pejalan kaki yang sedang berjalan di bahu jalan. Akibatnya, pejalan kaki tersebut terpental sejauh 10 meter dan akhirnya korban meninggal dunia,” ujar Ritian Handayani.

Sementara itu, kecelakaan yang merenggut korban jiwa lainnya juga terjadi di Aceh Timur, Sabtu (25/8) sekitar pukul 17.30 WIB, tepatnya di ruas jalan Gampong Seunebok Punti, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Kecelakaan ini menyebabkan Aidi Muliyadi (24), pengendara Honda Beat BL 4494 DAM, meninggal dilindas mobil penumpang (mopen) Jumbo BL 7490 NL yang dikendarai Mustafa Rahman (41), warga Gampong Seunebok Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Korban merupakan warga Gampong Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Seulamat, Aceh Timur.

“Pengendara Honda Beat tersebut meninggal karena dilindas Jumbo dan mengalami luka koyak di kepala, luka koyak di ketiak, dan dadanya remuk,” papar Iptu Ritian Handayani.

Kecelakaan yang menewaskan pengendara sepmor itu, jelas Ritian Handayani, berawal saat korban hendak menyeberang jalan dari arah selatan menuju ke arah utara dengan kecepatan sedang. Sedangkan minibus Jumbo melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan dengan kecepatan tinggi. Lokasi kejadian berada di lintasan Medan-Banda Aceh.

Setibanya di tempat kejadian, pengendara Honda Beat menyeberang jalan. Saat berada di marka jalan, ia menghentikan kendaraannya. Sedangkan pengendara mopen Jumbo yang melihat Honda Beat itu berhenti di tengah jalan berupaya untuk mengambil jalur kanan agar Honda Beat itu dapat menyeberang.

“Tapi saat kedua kendaraan saling berdekatan, tiba-tiba pengendara Honda Beat memundurkan kendaraannya. Karena jaraknya sudah sangat dekat sehingga pengemudi Jumbo tak sempat lagi menghindar, lalu menabrak bagian samping kiri Honda Beta itu. Akibatnya, korban terlindas dan akhirnya meninggal,” pungkas Ritian Handayani. (c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved