Polisi Tembak Buronan

Anggota polisi Polres Gayo Lues (Galus) terpaksa menembak kaki seorang buronan yang sudah lama dicari

Polisi Tembak Buronan

* Hendak Serang Petugas dengan Parang

BLANGKEJEREN - Anggota polisi Polres Gayo Lues (Galus) terpaksa menembak kaki seorang buronan yang sudah lama dicari, karena hendak menyerang petugas dengan parang. Tersangka merupakan pelaku pencurian ternak sapi yang ditangkap di kawasan pegunungan Desa Reko, Kecamatan Dabun Gelang pada Minggu (26/8) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Tersangka bernama Sidik (45) warga Kong Bur, Kecamatan Blangpegayon yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas kasus pencurian hewan ternak pada 13 Juli lalu sesuai LP No. LP/79/VII/2018. Dari lokasi persembunyian, polisi juga mengamankan dua pelaku lainnya yakni SHD (35) warga Durin, Blangkejeren dan MSM (26) warga Kong Bur, Blangpegayon.

Keduanya diduga turut melindungi dan menyembunyikan tersangka dari kejaran petugas kepolisian. Kapolres Galus AKBP Eka Surahman, melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Hamid, Selasa (28/8) membenarkan seorang buronan tersangka pencurian ternak telah dilumpukan petugas dengan menembak pergelangan kakinya.

Disebutkan, tersangka ketika disergap petugas polisi di tempat persembunyianya di gunung Reko, Dabun Gelang berusaha menyerang petugas dengan parang. “Sidik yang sudah masuk DPO dilumpuhkan petugas, karena berusaha melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan golok ketika ingin ditangkap,” ujarnya.

Abdul Hamid menjelaskan tersangka sebenarnya ingin melarikan diri saat hendak ditangkap, tetapi petugas bertindak cepat dengan menembak kakinya. Dikatakan, tersangka telah diamankan di Mapolres Galus bersama barang bukti satu ekor sapi jantan dan sebuah mobil carry, serta satu unit sepmor Jupiter Z dan dua parang serta sebuah pisau.

Ditambahkan untuk kedua pelaku lainnya yakni SHD (35) dan MSM (26) masih dilakukan pemeriksaan secara intinsif, terkait kasus tindak pidana pencurian ternak yang dilakukan tersangka Sidik.

Sementara itu, tim penyidik Polres Galus melakukan penangguhan terhadap tiga tersangka kasus jual-beli hutan lindung di kawasan Genting, Kecamatan Pining. Kasus itu mencuat seusai seorang pejabat Kantor BPN Galus mengeluarkan sertifikat ilegal.

Ketiga pelaku yang ditetapkan oleh penyidik di Polres Galus yakni Sudianto (eks TNI), SM warga sipil dan Azwir Kusno sebagai pegawai BPN Aceh Jaya yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi I survey, pengukuran dan pemetaan pada BNP Galus 2015-2017.

Kasat Reskrim Iptu Abdul Hamid didampingi tim penyidik lainnya, Selasa (28/8) mengatakan ketiga tersangka kasus jual-beli lahan lindung dan yang mengeluarkan sertifikat ilegal hutan lindung Genting telah dilakukan penangguhan penahanan.

“Ketiga tersangka telah ditangguhkan penahahan, tetapi proses penyelidikan terus berlanjut, karena kemungkinan ada tersangka tambahan lainnya,” sebut Iptu Abdul Hamid dibenarkan tim penyidik lainnya. Disebutkan, para tersangka ditangguhkan karena dibutuhkan oleh keluarga dan kantor, tempat tugas tersangka.

“Kantor BPN juga akan melakukan audit dan penertiban sertifikat yang diduga ilegal, serta masih dalam sengketa tersebut juga untuk proses pembatalan keabsahan sertifikat. Sehingga tersangka oknum BPN tersebut dilakukan penangguhan untuk kepentingan tugas,” sebut tim penyidik Polres Galus.

Ditambahkan, para tersangka yang ditangguhkan itu dijamin oleh keluarga dan kantor tempat tersangka bertugas. Bahkan dalam kasus tersebut penyidik dari kepolisin telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya sebanyak 11 orang. Dimana, saksi yang diperiksa dan dimintai keterangan dari kalangan warga sipil dan petugas (pegawai serta pejabat) Kantor BPN Galus.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved